Ratusan CPNS Mengundurkan Diri, Kok Serempak Gitu?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2022 10:42 WIB
Jakarta-Indonesia, civil servants within the TNI AU attend the flag ceremony to commemorate the 71th anniversary of the Air Force.
Ilustrasi PNS/Foto: Getty Images/Yamtono_Sardi
Jakarta -

Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang masih menjadi profesi dambaan masyarakat Indonesia. Karena itu hingga saat ini masih ada banyak orang yang ikut berlomba-lomba agar dapat menjadi PNS.

Namun ternyata, menurut data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan bahwa dari 112.514 orang yang dinyatakan lulus seleksi pegawai negeri sipil (CPNS) 2021, ada sekitar 105 orang di antaranya, memutuskan untuk mengundurkan diri.

Apa alasan mereka bisa mengundurkan diri?

Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama BKN Satya Pratama mengungkapkan ada beberapa alasan peserta yang lolos CPNS 2021 malah mengundurkan diri. Menurutnya, alasan terbesar mereka kebanyakan dari sisi gaji dan juga lokasi penempatan.

"Memang sebenarnya macam-macam alasannya. Pertama itu mereka ternyata tidak tahu berapa jumlah gaji (mungkin gajinya tidak mencukupi). Kedua, ada yang menyampaikan alasannya kalau mereka tidak lagi termotivasi, macam itu. Kebanyakan memang tentang gaji, ada juga yang lokasi. Mungkin ada yang penempatan lokasinya jauh," kata Satya saat dihubungi detikcom, Kamis (26/5/2022).

Satya juga menambahkan bagi peserta yang melamar seleksi CPNS, seharusnya sudah mengetahui dan mengerti akan beberapa poin tersebut.

"Peserta yang lolos itu ketika sudah melamar, mereka seharusnya sudah tahu. Karena mereka sudah melamar di posisi spesifik itu. Jadi, si calon ASN ini sudah mengerti," tambahnya.

Di sisi lain, Ekonom Centre of Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendi mengatakan bahwa di saat yang bersamaan, bisa jadi ada lingkungan kerja yang menawarkan kerja yang lebih fleksibel.

"Kan kita tahu, kalau kerja jadi PNS itu nggak fleksibel. Ada semacam pola kerja yang sangat-sangat runut. Nah, ini kan buat sebagian orang milenial maupun gen z kurang cocok. Di saat yang bersamaan mungkin ada saja lingkungan kerja yang menawarkan jam fleksibel, misalkan bisa datang di jam berapa saja. Itu menjadi pertimbangan beberapa alasan mengapa mereka itu memilih untuk berpindah haluan," katanya.

Senada, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengungkapkan keinginan untuk berpindah tempat kerja dengan benefit yang lebih bagus, menjadi alasan mereka yang memilih untuk mengundurkan diri.

"Mereka ini juga ingin bekerja yang tidak di satu instansi saja di jangka waktu tertentu. Biasanya pindah ke tempat lain dengan benefit yang lebih bagus. Makanya, trend Work From Anywhere (WFA) kan juga meningkat ditambah kerja di startup-startup dirasa lebih menjanjikan," ujar Nailul.

Lantas apa dampak pengunduran diri para CPNS ini terhadap negara?

Menurut Satya, hal tersebut dapat memberikan kerugian terhadap negara, karena sejatinya negara dan instansi sudah mengeluarkan biaya tes mereka. Disamping, itu formasi instansi yang seharusnya terisi malah jadi kosong.

"Biaya yang dikeluarkan negara dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk biaya tes sesuai dengan kebutuhan mereka itu kan jadinya hilang karena mengundurkan diri. Terus kan setiap instansi juga sudah menetapkan biaya dan formasi mereka. Nah, karena mereka mengundurkan diri alhasil formasi itu nggak bisa diisi alias kosong. Itu bisa diisi ya harus menunggu seleksi penerimaan CPNS selanjutnya," ungkapnya.

Simak juga Video: Ratusan CPNS Mengundurkan Diri Gara-gara Gaji hingga Kurang Motivasi

[Gambas:Video 20detik]




(fdl/fdl)