Terpopuler Sepekan

Jangan Coba-coba Main Judi Online, Dendanya Bisa Sampai Rp 1 M

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 28 Mei 2022 14:15 WIB
Judi online: Pria Jepang habiskan dana bansos Covid untuk ratusan orang senilai Rp5 miliar
Ilustrasi/Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Judi online disebut-sebut bisa menjadi jalan untuk mengubah nasib. Caranya yang mudah yaitu modal ponsel pintar dan uang puluhan ribu, orang disebut berpeluang mendapatkan keuntungan.

Tapi ada sisi buruk yang akan ditemui para penjudi online. Yaitu bisa kecanduan dan membuat pelaku bisa berbuat kriminal. Jika sudah kriminal hukuman apa ya yang akan diterima?

Memang di Indonesia sendiri perjudian baik offline maupun online dilarang oleh pemerintah. Hal ini karena judi online dinilai merugikan dan melanggar norma agama.

Khusus judi online, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menjerat para pelaku maupun orang yang mendistribusikan muatan perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sejak 2018 hingga 10 Mei 2022 pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memutus akses terhadap 499.645 konten perjudian di pelbagai platform digital.

Kendati demikian, menurut Juru bicara Kominfo Dedy Permadi jumlah situs atau aplikasi perjudian online yang beredar secara daring berpotensi lebih banyak dari hasil patroli siber.

Selain itu menurut Dedy pemberantasan judi online di Indonesia cukup berat lantaran situs atau aplikasi judi online terus bermunculan dengan nama yang berbeda, meski aksesnya telah diputus.

"Selain itu kegiatan perjudian yang dilegalkan di beberapa negara di luar Indonesia, mengakibatkan kendala penindakan hukum lintas negara. Itu menjadi tantangan tersendiri karena adanya perbedaan ketentuan hukum terkait perjudian," jelas Dedy.

Oleh karenanya Kominfo mengimbau masyarakat untuk menggunakan platform digital dengan bijak, baik untuk tujuan hiburan, transaksi ekonomi, dan kegiatan yang produktif. "Kami mengajak masyarakat untuk dapat melaporkan penemuan konten terkait perjudian di ruang digital melalui kanal-kanal aduan yang tersedia," jelanya lagi.

(kil/eds)