ADVERTISEMENT

Trenggono Minta Tidak Ada PHK Besar-besaran di Startup Perikanan

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 30 Mei 2022 21:52 WIB
Sakti Wahyu Trenggono
Foto: dok. KKP: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berharap perusahaan rintisan (startup) sektor kelautan dan perikanan dapat terus berinovasi. Dia mewanti-wanti jangan sampai terjadi fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran seperti yang terjadi pada startup sektor lainnya.

"Saya berharap berita pemutusan hubungan kerja yang besar-besaran tidak terjadi pada startup sektor kelautan dan perikanan," kata Trenggono dalam acara Fisheries Millenial Start Up Expo 2022 dikutip dari Antara, Senin (30/5/2022).

Indonesia dinilai memiliki potensi sangat besar di sektor kelautan dan perikanan. Untuk itu, Trenggono mengajak millenial terus berinovasi dalam memajukan usaha di bidang ini.

"Harapan saya kegiatan ini akan menginisiasi tumbuhnya startup perikanan yang kreatif dan inovatif di Indonesia. Tentunya tumbuh merata, dari mulai usaha di hulu hingga hilir serta yang bergerak di bidang teknologi pendukung," tuturnya.

Acara Fisheries Millenial Start Up Expo 2022 melibatkan hingga 24 usaha rintisan serta 17 UMKM di bidang kelautan dan perikanan. Trenggono mengingatkan bahwa peluang usaha bidang perikanan terbuka lebar karena permintaan pasar dunia yang begitu tinggi.

Selain itu, lini usaha yang bisa digeluti juga beragam dari hulu hingga hilir seperti penangkapan, budidaya, pemasaran, pengolahan, hingga teknologi pendukung. KKP sendiri memiliki program prioritas di subsektor perikanan tangkap maupun budidaya yang bisa dimanfaatkan oleh generasi muda untuk memulai serta mengembangkan usaha.

Trenggono berharap generasi muda dapat memanfaatkan besarnya peluang usaha di bidang kelautan dan perikanan secara optimal dengan menggunakan teknologi digital sebagai pendukung peningkatan produksi yang berkualitas dan ramah lingkungan.

"Bisnis ke depan itu mulai dari hulu sampai hilir mesti benar-benar dijaga. Bagaimana teknologi bisa membantu memastikan hulu sampai hilir aman," ucap Trenggono.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT