ADVERTISEMENT

Sebut Hari Keemasan Startup Berakhir, Hary Tanoe Bicara Bisnis yang Sehat

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 01 Jun 2022 12:30 WIB
Masyarakat Jatiranggon, Kota Bekasi semangat belajar bikin bakso bersama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum Kartini Perindo Liliana Tanaja Tanoesoedibjo, Kamis (28/3/2019). Cooking class itu berlangsung seru dan penuh canda tawa.
Hary Tanoe/Foto: dok. Perindo
Jakarta -

Pengusaha nasional Hary Tanoesoedibjo ikut berkomentar mengenai maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sejumlah perusahaan rintisan atau startup di bidang teknologi.

Ia pun mengungkap, indikator bisnis yang sehat adalah menghasilkan arus kas yang positif. Hal tersebut ia sampaikan melalui Instagram resminya seperti dikutip Rabu (1/6/2022).

"At the end of the day, healthy business must generate positive cashflow," katanya.

Menurut Hary Tanoe, subsidi dana hanyalah sarana untuk meraih pasar. Tujuannya untuk mengarah pada bisnis yang sehat. "Providing subsidies is only a means to gain market share which ultimately leads to a healthy business," ungkap pria yang akrab disapa HT tersebut.

Sebagaimana diketahui, biasanya startup disokong oleh dana investor. Istilah 'bakar duit' pun akrab dengan startup lantaran dana tersebut sering digunakan untuk menggaet konsumen dengan cepat. Sayang, cara itu belum tentu berhasil.

Kondisi ini yang membuat investor tadinya tertarik pada startup enggan menambah investasinya. Kondisi itu pun kemudian berpengaruh pada arus kas dan mau tak mau mengurangi pengeluaran, salah satunya ialah untuk biaya karyawan.

Dalam unggahannya itu, HT juga menyebut hari-hari keemasan startup mulai berakhir. "The golden days of startup are already over," kata Hary Tanoe.

(acd/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT