ADVERTISEMENT

Investor Desak Wendy's Putar Otak Demi Kalahkan Mcdonald's cs

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2022 09:35 WIB
5 Fakta Menarik Gerai Pertama Restoran Wendys
Foto: iStock/Getty Images
Jakarta -

Penjualan restoran cepat saji Wendy's pada kuartal I-2022 tumbuh hanya 2,4%. Angka itu jauh dari pesaingnya yakni McDonald's dan Burger King.

Pimpinan dari Wendy's mengakui, angka pertumbuhan itu jauh dari harapan perusahaan. Untuk pertumbuhan McDonald's pada kuartal I 2022 melonjak 11,8%, sedangkan Burger King melonjak 10,3%.

"Kuartal pertama, dari sudut pandang margin, tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana. Kami sedikit kehilangan penjualan. Inflasi komoditas dan tenaga kerja sedikit lebih tinggi dari yang kami harapkan," jelas CFO Wendy's Gunther Plosch, dikutip dari CNN, Jumat (3/6/2022).

Menu sarapan yang sempat booming pada awal pandemi, tidak mampu mendorong penjualan restoran. Padahal saat awal merilis menu baru itu di Maret 2020, penjualan Wendy's meningkat. Namun, dua tahun ini menu itu tidak meningkatkan penjualan restoran secara signifikan.

Restoran yang berdiri pada 1969, mengalami penurunan performa sejak pendirinya Dave Thomas meninggal dunia pada 2002 silam. Menurut laporan New York Time tahun 2008, restoran itu berjuang menemukan arah bisnis sejak ditinggal oleh Dave Thomas.

Bertahun-tahun Wendy's mencoba untuk bertahan, ini juga berkat desakan dari investornya yang mendorong adanya perubahan di restoran.

Desakan itu juga terjadi baru-baru ini. Melihat kinerja perusahaan yang kalah dari restoran cepat saji lainnya, salah satu investor utama restoran dikabarkan ingin mengambil alih Wendy's.

Pekan lalu, investor Nelson Peltz mengatakan bahwa Trian Partners, perusahaan investasinya dan pemegang saham utama Wendy's, sedang menjajaki pengambilalihan restoran burger itu.

Peltz dikenal sebagai investor kaya raya yang memiliki reputasi baik di Wall Street. Ia terkenal sebagai seorang yang sering kali mengambil alih perusahaan, mendorong perusahaan membuat perubahan drastis, seperti restrukturisasi, spin off bisnis atau mengejar merger atau akuisisi.

Profesor Manajemen Sekolah Bisnis Wharton, Emilie Feldman, mengatakan investor seperti Peltz cenderung akan turun tangan jika melihat perusahaan mengalami penurunan nilai. Biasanya, para investor ingin mencapai salah satu dari tiga hal.

Tiga hal itu, perubahan dalam manajemen, peningkatan operasional atau penyesuaian ruang lingkup bisnis, seperti menyingkirkan merek atau pindah ke ruang strategis baru.



Simak Video "McDonald's di Rusia Bakal Ganti Nama"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT