ADVERTISEMENT

Malaysia Setop Ekspor, Singapura Say Goodbye to 'Nasi Ayam'

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2022 11:18 WIB
Gegara Krisis Ayam, Gerai Nasi Lemak Ini Tutup Selama Sebulan
Foto: Instagram @dicksonnasilemak
Jakarta -

Selama beberapa dekade, Singapura banyak mengandalkan Malaysia sebagai penyuplai sepertiga ayam di negaranya. Setiap bulan Malaysia mengekspor 3,6 juta ayam hidup yang sebagian besar dikirim ke Singapura.

Namun, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob pekan lalu mengumumkan berita mengejutkan, yaitu melarang ekspor ayam hidup ke Singapura mulai bulan Juni. Dikutip dari CNN, Jumat (3/6/2022), keputusan ini diambil untuk mengatasi kekurangan pasokan di tingkat domestik yang membuat harga ayam melonjak.

Kabar tersebut diperkirakan menjadi pukulan telak bagi warga Singapura. Sebab, secara de facto nasi ayam adalah hidangan nasional di Negeri Singa itu. Upaya mengganti daging segar dengan daging beku diperkirakan tidak akan berhasil.

Sementara itu, pemerintah Singapura menjamin pasokan ayam cukup untuk diedarkan ke masyarakat. Namun pedagang setempat mengatakan jika harganya pasti akan naik.

Saat ini, pedagang membeli ayam utuh dengan harga US$ 3 atau Rp 43.500 (kurs 14.500). Dengan stok yang berkurang diprediksi harganya naik menjadi US$ 4-5 per satu ekor. Pengiriman ayam hidup terakhir yang tiba hari Selasa membuat Singapura harus bersiap menghadapi kelangkaan yang bisa terjadi berbulan-bulan.

Solusi jangka pendek yang dilakukan pemerintah adalah mengimpor lebih banyak ayam beku dari Thailand dan Brasil. Namun penjual nasi ayam menyebut jika langkah itu tidak menjadi solusi. "Ayam beku? Anda mengharapkan kami memasak nasi ayam menggunakan ayam beku? Rasanya tidak enak," kata pedagang kaki lima Madam Tong sambil tertawa.

Julukan 'krisis nasi ayam' untuk situasi ini hanyalah tanda terbaru dari kelangkaan pangan yang dirasakan di seluruh dunia. Invasi Rusia ke Ukraina, masalah rantai pasokan terkait COVID-19, dan cuaca ekstrem berkontribusi pada kelangkaan dan inflasi.

Di Amerika Serikat, Asia dan Afrika, kekurangan kentang menyebabkan restoran cepat saji kehabisan produk seperti kentang goreng dan keripik. Kenaikan biaya pakan di Malaysia menyebabkan harga ayam melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Saat ini pengecer telah menjatah penjualan ayam kepada pedagang.

Simak video 'Malaysia Larang Ekspor Ayam, Singapura Krisis Pasokan':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT