Musim Liburan Sekolah
Pasokan BBM Ditambah 12%
Rabu, 07 Jun 2006 14:40 WIB
Jakarta - Musim libur sekolah akan segera tiba. Dampaknya, pada sekitar Juni-Juli, kebutuhan BBM akan meningkat. Pertamina pun menambah pasokan maksimal 12 persen untuk dua bulan ke depan.Secara nasional Pertamina juga menaikkan toleransi pagu penjualan dari 165 ribu kiloliter (KL) per hari menjadi 185 ribu KL per hari. "Antisipasi ini merupakan bagian dari siklus tahunan peningkatan konsumsi BBM didalam negeri akibat tingginya mobilisasi pada musim liburan," jelas juru bicara Pertamina M Harun dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (7/6/2006).Harun menjelaskan, antisipasi Pertamina ini dilakukan untuk menghindari antrian yang panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada musim liburan dan mencegah munculnya kekurangan pasokan dilapangan. BBM jenis solar diperkirakan mengalami peningkatan kebutuhan paling besar. Kenaikan ini disamping peningkatan dari sektor transportasi, juga disebabkan tingginya permintaan solar untuk PLN yang mengalami gangguan pasokan gas pada pembangkit listrik bahan bakar gas. Minyak solar diberikan toleransi pasokan hingga 86 ribu KL per hari atau 21 persen diatas toleransi saat ini sebesar 71 ribu KL per hari. Toleransi pasokan ini termasuk tambahan permintaan PLN sebesar 6000 KL per hari. Untuk premium diberikan toleransi kenaikan konsumsi hingga 7 persen atau naik dari kisaran 44 ribu KL per hari menjadi 47,7 ribu KL per hari. Khusus untuk Minyak Tanah tidak dilakukan perubahan toleransi pasokan atau tetap di level 27 ribu KL per hari. Harun menegaskan, antisipasi peningkatan konsumsi ini juga telah memperhitungkan ketersediaan stok dan pasokan yang ada di Pertamina. Sehingga toleransi kenaikan pasokan tidak akan mengganggu posisi stok dan dapat tetap mempertahankan stok di level optimum 20-22 hari.Meskipun toleransi pasokan telah dinaikkan mulai awal Juni, pada minggu pertama Juni 2006 realisasi konsumsi masih 20,6 persen dibawah toleransi maksimal atau di kisaran 146 ribu KL per hari. Permintaan solar masih 34,4 persen dibawah toleransi pasokan atau hanya sebesar 51,7 ribu KL per hari. Realisasi penjualan premium juga masih berada di level 43,9 ribu KL atau 8,1 persen dibawah toleransi maksimal. Hemat BBMKendati mengguyur pasokan BBM, namun Pertamina tetap meminta masyarakat menghemat konsumsi BBM. Hal ini terkait dengan semakin tingginya harga minyak dunia yang saat ini telah mencapai US$ 73 per barrel. Peningkatan harga minyak mentah ini, lanjut Harun, dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga produk BBM yang saat ini masih berada diatas US$ 80 per barrel. Secara nasional, Pemerintah melakukan pembatasan penjualan BBM bersubsidi dengan menetapkan kuota 2006 sebesar 41,5 juta KL per tahun terdiri dari 17 juta KL premium, 14,5 juta KL solar dan 10 juta KL minyak tanah.
(qom/)











































