ADVERTISEMENT

Susul McDonald's dan Starbucks, Marriott Angkat Kaki dari Rusia

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Senin, 06 Jun 2022 08:11 WIB
Ilustrasi bendera Rusia
Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Marriott Hotel menutup kantornya di Moskow dan menyetop investasi di Rusia sejak Maret lalu, yaitu setelah Putin menginvasi Ukraina.

Namun, pihak Marriot menyebut jika 22 hotel yang dimiliki oleh pihak ketiga akan tetap buka. Marriott menyebut jika proses penangguhan operasionalnya di Rusia cukup rumit.

"Kami telah sampai pada titik di mana sanksi terbaru AS, Inggris, dan Uni Eropa akan membuat Marriot tidak mungkin lagi melanjutkan operasional atau mewaralabakan hotel di Rusia," kata pihak perusahaan, dikutip dari BBC, Senin (6/6/2022),

Dalam pernyataan lainnya, Marriott mengatakan akan fokus merawat partner bisnisnya yang berbasis di Rusia, dan mendukung karyawannya di Ukraina dan Rusia untuk dapat bekerja di luar negara yang sedang konflik.

Marriott berharap konflik yang sedang terjadi dapat segera usai yang menjadi awal dari jalan menuju perdamaian.

Atas keputusan ini, Marriot menambah daftar perusahaan barat yang keluar dari Rusia setelah McDonalds, Starbucks, dan perusahaan lainnya dalam beberapa waktu kebelakang. Barat memperketat sanksi kepada Putin untuk mengisolasi Rusia.

Kemarahan publik atas invasi Putin juga membuat brand Barat mulai menjauhkan diri. Sektor hotel menarik perhatian karena termasuk yang paling lambat memberi respon.

"Proses untuk menangguhkan operasi di pasar tempat Marriott telah beroperasi selama 25 tahun itu rumit," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. Marriott tidak merinci lebih lanjut tentang keluarnya mereka.

Aset produsen mobil asal Prancis Renault di Rusia dinasionalisasi, sementara raksasa burger McDonald's memilih menjual restorannya.



Simak Video "Luncurkan Serangan Masif di Ukraina, Rusia Hancurkan 200 Gerilyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT