Produksi Beras Terancam Turun 10%
Rabu, 07 Jun 2006 17:40 WIB
Jakarta -
Badan Urusan Logistik (Bulog) memperkirakan penurunan produksi beras sebesar 10 persen pada musim tanam kali ini karena masih langkanya penyediaan pupuk.Menurut Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo, meski cuaca musim tanam kali ini kurang bersahabat tapi faktor cuaca hanya sedikit mempengaruhi produksi beras."Yang lebih besar pengaruh dari pupuk yang langka di musim tanam dan benih yang rendah kualitasnya, serta hara tanah rusak. Produksi beras kita turun 10 persen," kata Widjanarko dalam jawaban via SMS ke detikcom, Rabu (7/6/2006). Harga beras juga, menurut Widjanarko, cenderung naik pada musim panen ini. "Ini fenomena mencemaskan, nanti di musim paceklik bagaimana? Akan makin susah rakyat kita yang daya belinya turun," jelasnya.Sementara Menteri Pertanian Anton Apriantono optimistis, produksi beras nasional tahun ini tetap terjaga sebesar 54,8 juta ton gabah kering giling."Sampai saat ini belum ada kekhawatiran adanya penurunan produksi yang tajam," kata Mentan.Sementara itu sejumlah daerah seperti Sumatra Selatan, mengalami serangan La-Nina dalam empat hari terakhir yang mengganggu produksi pertanian.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
