ADVERTISEMENT

Erick Thohir Buka Suara Rencana Tarif Naik Candi Borobudur Rp 750.000

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 07 Jun 2022 16:31 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (18/03/2021). Rapat tersebut membahas pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro.
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Rencana penerapan tarif naik Candi Borobudur menjadi Rp 750.000 menjadi sorotan. Hal ini menimbulkan pro kontra di masyarakat.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan, pihaknya memahami rencana tarif tersebut karena ada kekhawatiran terhadap cagar budaya yang harus dijaga. Di sisi lain, ia juga memahami jika Candi Borobudur berperan penting dalam sektor pariwisata.

"Kami mengerti juga, ini sesuatu yang memang sangat bermanfaat dalam kita menjaga namanya budaya kita, pariwisata kita," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (7/6/2022).

Erick melanjutkan, sebuah kebijakan harus disinkronisasikan. Ia juga menuturkan, BUMN sebagai korporasi kadang-kadang menerima kebijakan yang sebelumnya tidak diketahui.

"Itu yang tadi disampaikan bahwa memang kebijakan itu kadang-kadang harus disinkronisasi. Kami sebagai korporasi kadang-kadang menerima kebijakan itu pada saat yang memang tentu kita belum kadang-kadang mengetahuinya. Sinkronisasi ini sama seperti yang disampaikan, penugasan itu yang kita coba sinkronisasi," jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyoroti soal rencana tarif naik Candi Borobudur Rp 750.000. Ia mewanti-wanti agar tidak hanya orang kaya yang bisa naik ke candi.

"Jangan sampai yang naik Candi Borobudur hanya orang kaya," katanya.

Andre mengungkap, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) sebagai pengelola Candi Borobudur untung dan menyetor dividen ke pemerintah. Kemudian, tiba-tiba ada rencana kenaikan tarif menjadi Rp 750.000.

"Saya ingin menyampaikan jangan ada kebijakan pemerintah yang tiba-tiba datangnya dari langit, tidak ada sosialisasi. Tiba-tiba orang kampungnya Mas Bimo kesulitan naik ke Candi Borobudur dengan Rp 750.000," ujarnya.

Andre juga mengatakan, jika tujuannya membatasi kuota pengunjung Candi Borobudur bisa dilakukan melalui pendaftaran online. Ia pun meminta Erick berkoordinasi dengan pejabat terkait.

"Kalau alasannya 1.200 orang dibatasi setiap hari, kan bisa akalin dengan pendaftaran online. Ini kan zaman digital," terangnya.

Lihat Video: Respons Turis Lokal dan Asing soal Harga Tiket Candi Borobudur

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT