ADVERTISEMENT

Sederet Fakta Tiket Pesawat Mahal yang Bikin Menhub Dicecar DPR

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 07 Jun 2022 21:00 WIB
Tiket Pesawat Murah, Berkah atau Musibah?
Foto: detik
Jakarta -

Harga tiket pesawat disebut melambung tinggi usai hari raya Idul Fitri. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dicecar oleh anggota DPR karena mahalnya harga tiket ini.

Anggota DPR menilai pemerintah seharusnya memiliki kebijakan untuk mengatur harga tiket pesawat yang naik gila-gilaan. Berikut fakta-faktanya:

Mahal di Semua Provinsi

Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Demokrat, Irwan mengungkapkan kepada Menteri Perhubungan dalam raker jika sebaiknya harga tiket pesawat harus dievaluasi.

"Harga tiket harus dievaluasi, sebelum mudik harga hanya mahal di beberapa provinsi. Tapi sekarang mahalnya merata," kata dia.

Irwan juga menyebutkan Kementerian Perhubungan harus menempuh kebijakan untuk mengatur harga tiket pesawat ini.

"Tentu sangat bijaksana kalau ada evaluasi terkait kebijakan yang diambil Kemenhub sebelumnya. Tapi secara dampak kebijakan untuk tarif batas atasnya banyak yang dilanggar oleh maskapai," jelas dia.

Tarif Mahal

Dikutip dari tiket.com untuk penerbangan dari Cengkareng ke Denpasar menggunakan Lion Air keberangkatan Senin 13 Juni paling murah harganya Rp 949.400 per pax. Sedangkan paling mahal Rp 2.516.700 per pax.

Kemudian dari traveloka.com untuk tujuan Medan keberangkatan akhir pekan Jumat 10 Juni 2022 paling murah sebesar Rp 1.276.700 per pax. Lalu untuk paling mahal tercatat Rp 2.691.100.

Tak cuma di dalam negeri, untuk penerbangan seperti ke Singapura keberangkatan Senin 13 Juni 2022 tercatat Rp 4.747.005 dengan maskapai Scoot. Kemudian jika menggunakan Batik Air harga tiketnya mencapai Rp 6.250.000 per pax.

Lalu untuk penerbangan ke Jepang dari CGK ke Bandar Narita paling murah harga tiket tercatat Rp 7.265.200 per pax. Paling mahal Rp 16.074.500 per pax.

Pemicu Tiket Mahal

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebut saat ini ada fenomena revenge travel akibat lonjakan jumlah wisatawan yang bepergian tapi tak sebanding dengan jumlah seat pesawat.

Sehingga menyebabkan adanya hukum pasar, tiket pesawat yang naik gila-gilaan. Saat ini pemerintah juga mengajak maskapai luar negeri untuk terbang ke Indonesia sehingga banyak kapasitas penerbangan.

Kemenparekraf bersama Kemenhub tengah berupaya untuk melalukan komunikasi dengan maskapai penerbangan agar dapat meningkatkan jumlah frekuensi penerbangan sehingga diharapkan harga tiket pesawat lebih terjangkau. Juga penjajakan peluang dibukanya jalur dan rute baru serta paket-paket promosi dalam upaya meningkatkan jumlah penumpang.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT