ADVERTISEMENT

Tarif Naik Candi Borobudur Rp 750.000 Tak Ditunda, Pengelola Buka Opsi Ini

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 08 Jun 2022 13:01 WIB
BOROBUDUR, SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA, CE, INDONESIA - 2015/04/20: A Buddha statue lies on the top of the Borobudur temple. The temple, built in the 8th century, is one of the largest Buddhist monuments in the world. Probably due to the decline of Buddhism and the Javanese conversion to Islam, it was abandoned for centuries and covered with volcanic ashes and thick vegetation. The UNESCO inscribed the temple on its world heritage list in 1991. (Photo by Thierry Falise/LightRocket via Getty Images)
Tarif Naik Candi Borobudur Rp 750.000 Tak Ditunda, Pengelola Buka Opsi Ini/Foto: LightRocket via Getty Images/Thierry Falise
Jakarta -

Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Dony Oskaria mengatakan aturan naik Candi Borobudur masih digodok. Saat ini, ada beberapa opsi yang dipertimbangkan.

InJourney merupakan holding pariwisata BUMN. Salah satu anggota holdingnya adalah PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) yang merupakan pengelola kawasan Borobudur.

Dony menegaskan belum ada keputusan mengenai aturan naik Candi Borobudur. Jadi, rencana tarif naik Candi Borobudur Rp 750.000 bukan ditunda, tetapi masih dipertimbangkan.

Ada sejumlah opsi, antara lain pengunjung tetap bisa naik Candi Borobudur dengan sejumlah peraturan baru atau tidak bisa dinaiki sama sekali. "Jika memang mau dibuka, tentu dibuatkan mekanisme untuk menjaga kelestarian dari candi," katanya, kepada detikcom, Rabu (8/6/2022).

Mekanisme itu mempertimbangkan jumlah pengunjung, kedisiplinan, dan kesopanan mengingat Candi Borobudur adalah tempat ibadah. Di peraturan yang sedang digodok, Dony mengungkapkan, pengunjung yang menaiki Candi Borobudur akan didampingi pemandu dan akan disediakan sandal khusus.

"Karena itu, makanya juga diputuskan kalau wisatawan yang kebutuhan berwisata, ya, mereka harus bayar. Tapi kalau memang untuk anak sekolah Bapak Menko (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan) maunya malah gratis kok, ya maksimal Rp 5.000," katanya.

Lebih lanjut, Dony menjelaskan mengenai pengenaan tarif Rp 750.000 merupakan salah satu opsi jika Candi Borobudur bisa dinaiki. Menurutnya bisa saja kurang dari itu atau malah tidak diperbolehkan sama sekali untuk dinaiki.

Selain itu, bisa saja menaiki Candi Borobudur hanya untuk keperluan kenegaraan dan keagamaan. "Paling penting menjaga kelestarian Borobudur. Kita fokusnya konservasi bukan komersialisasi," tegasnya.

Dony mengaku tidak tahu kapan peraturan boleh atau tidaknya menaiki Candi Borobudur akan rampung. Namun, pengelola sudah dua tahun melarang pengunjung naik Candi Borobudur.

Lihat Video: Bertemu Luhut, Ganjar Pastikan Kenaikan Tarif Borobudur Ditunda

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT