ADVERTISEMENT

Nggak Perlu Khawatir Tertular PMK, Kementan Beri Tips Olah Daging yang Aman!

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2022 14:15 WIB
Wabah PMK mengharuskan Karantina Pertanian Denpasar menerapkan standar operasional prosedur (SOP) lalu lintas hewan rentan PMK (HRP) yang ketat.
Foto: Istimewa/Karantina Pertanian Denpasar
Jakarta -

Kementerian Pertanian menjelaskan virus penyakit mulut dan kuku pada ternak bisa mati, terutama jika penyakit itu terbawa jika produknya sudah menjadi daging. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah mengungkap ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Nasrullah melalui pesan singkat kepada, Rabu (8/6) kemarin.

"Produk hewan atau daging yang ditangani dengan tepat dapat membunuh virus penyakit mulut dan kuku yang mungkin terbawa pada daging. Perlakuan yang dapat dilakukan diantaranya memasukkan daging pada suhu di atas 2 derajat celcius selama 24 jam atau perebusan daging pada suhu 70 derajat celcius minimal 30 menit," katanya dikutip, Kamis (9/6/2022).

Nasrullah mengatakan berdasarkan sifatnya, virus penyakit mulut dan kuku akan mati pada suhu di atas 50 derajat celcius dan mati pada pH kurang dari 6,0 atau pH lebih dari 9,0. Ia juga menegaskan bahwa penyakit mulut dan kuku ini tidak menular ke manusia.

"Sebagai bentuk penjaminan keamanan daging kurban, pemerintah dan pemerintah daerah setiap tahunnya melakukan kegiatan pemantauan terhadap pemotongan hewan kurban baik yang dilaksanakan di Rumah Potong Hewan atau tempat pemotongan hewan kurban untuk memastikan bahwa daging yang dihasilkan memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal bagi yang dipersyaratkan untuk konsumsi masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, Nasrullah mengatakan, Kementan telah menerbitkan SE Menteri Pertanian No 3 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotongan Hewan dalam Situasi Wabah PMK serta SE Mentan No 2 Tahun 2022 tentang Penataan lalu lintas hewan Rentan produk hewan dan Media pembawa lainnya di Daerah Wabah PMK,

"Ini diterbitkan untuk mencegah penyebaran PMK. Selain itu berbagai materi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) telah disusun dan disebarluaskan melalui berbagai media, baik media sosial dan sosialisasi kepada pemerintah daerah, baik melalui rapat virtual maupun Webinar," ungkapnya.

"Dengan harapan dapat membantu menyebarkan informasi yang benar dan tepat kepada masyarakat. Masyarakat dapat berperan untuk mencegah penyebaran PMK ke lingkungan sekitar atau hewan rentan dengan melakukan penanganan yang benar terhadap daging," tutupnya.

Lihat Video: Buntut Wabah PMK: Ternak Ditolak Masuk-Pasar Tutup

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT