Bye-bye Pandemi! Tahun Depan Tak Ada Lagi Anggaran PEN

ADVERTISEMENT

Bye-bye Pandemi! Tahun Depan Tak Ada Lagi Anggaran PEN

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2022 18:00 WIB
Pertumbuhan ekonomi RI di kuartal II-2021 diramal tembus 7%. BI menyebut hal ini karena pemulihan di sektor pendukung turut mendorong ekonomi nasional.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah berencana menghentikan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) pada akhir tahun ini. Sebagai gantinya, Pemerintah Indonesia akan fokus mengurus krisis global dalam kelompok Global Crisis Response Group (GCRG).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkap kelompok itu akan fokus untuk menangani krisi global, terutama krisis pangan, energi dan keuangan.

"Terkait KCP-PEN rencananya (tahun depan) belum akan diperpanjang lagi. Sehingga selesai tahun ini. GCRG selesai April tahun depan, kemungkinan akan diperpanjang lagi. Fokusnya penanganan global tiga sektor (food, energy, dan finance)," ungkapnya dalam agenda Media Briefing Global Crisis Response Group (GCRG), di Kemenko Perekonomian, Jumat (10/6/2022).

Susiwijono menambahkan KCP-PEN yang akan dihentikan akhir tahun ini jika kasus COVID-19 tahun ini terus melandai.

"KPC-PEN mudah-mudahan seiring dengan melandasinya COVID-19 ini mungkin kita di tahun ini masih ada KPC-PEN. Program PEN masih akan tetap ada untuk mendorong ekonominya, di tahun depan GCRG jangka waktunya satu tahun jadi dari April ke April. Kalau G20 berakhir 30 November. Artinya tahun depan tinggal tersisa mengurus GCRG," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa peran Indonesia di GCRG akan ikut menangani ketiga masalah krisis global tersebut. Untuk masalah energi, Indonesia akan ikut mencari solusi berkaitan dengan masalah harga dan pasokan.

"Tetapi di sisi lain, kita juga mendorong transisi energi," lanjutnya.

Kemudian masalah pangan, saat ini pasokan dan stabilisasi harga di global masih menjadi masalah. Menurut Susiwijono, komitmen global dalam mengatasi krisis pangan ini harus dilakukan, jangan sampai semakin banyak negara hanya memikirkan keadaan nasionalnya.

"Semua negara membutuhkan negara lain. Tidak bisa masing-masing negara memikirkan nasionalnya saja semacam protect artinya kita harus duduk bersama menjaga harga dan pasokan pangan di dunia," tutupnya.

Terkait penghentian Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) juga pernah diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR RI beberapa hari lalu.

"Saya terima kasih kepada Banggar atas nama pemerintah yang telah menyetujui COVID-nya kita hentikan tahun ini insyaallah," kata Airlangga dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (6/6).

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT