ADVERTISEMENT

Top! Ekspor UMKM Daerah Terus Digenjot Pakai Jurus Ini

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2022 16:40 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/2). Kemendag berupaya akan terus membuka akses pasar baru ke sejumlah negara di kawasan Afrika, Asia dan Amerika Latin untuk mencapai target ekspor nasional 2013 yang berkisar 200 juta dolar AS.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PEI SINERGI DENGAN DISPERINDAG JAWA BARAT DUKUNG PENINGKATAN EKSPOR DAN PEMBERDAYAAN UMKM

Kinerja ekspor dalam negeri terus didorong untuk meningkatkan perekonomian. Hal ini dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

Berdasarkan data ekspor Indonesia pada bulan Januari-Februari 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu provinsi yang memiliki potensi ekspor adalah Provinsi Jawa Barat dengan nilai perkembangan ekspor berdasarkan provinsi asal barang terbesar senilai US$ 6,07 miliar.

Pertengahan tahun 2021, LPEI telah berhasil meluncurkan Program Desa Devisa Kopi Subang di Jawa Barat yang bekerjasama dengan koperasi dan pemerintah daerah setempat. Program Desa Devisa yang berlokasi di Kabupaten Subang tersebut berfokus pada komoditas kopi dengan memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas para petani kopi Subang.

Selain sinergi dalam Program Desa Devisa, komitmen LPEI untuk mengembangkan UMKM Berorientasi Ekspor Jawa Barat terus ditingkatkan. Kali ini, LPEI berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar) memberikan capacity building kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan UMKM khusus di wilayah Jawa Barat.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, R. Gerald S. Grisanto pada saat pembukaan mengatakan, "Kolaborasi dan kerjasama antara LPEI dengan Disperindag Jabar meliputi Pelatihan Ekspor atau Coaching Program for New Exporter (CPNE), Business Matching, Program Desa Devisa, Sosialisasi Produk LPEI dan Pembahasan Isu-Isu Perdagangan Luar Negeri."

Kegiatan pelatihan ekspor atau CPNE berlangsung selama tiga hari yang dimulai sejak tanggal 8 Juni dan berakhir di 10 Juni 2022 ini berlokasi di Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 100 UMKM berorientasi ekspor yang berasal dari wilayah Jawa Barat dengan berbagai variasi produk seperti aneka kerajinan, busana, makanan olahan, kopi, dan produk lainnya. Beragam materi pelatihan disampaikan oleh para praktisi ekspor yang telah berpengalaman dibidangnya untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan para peserta tentang seluk beluk bisnis ekspor.

"Pelatihan ekspor atau CPNE diselenggarakan dengan materi-materi yang dibutuhkan para calon eksportir dalam membangun pengetahuan dan pemahaman mengenai pengenalan bisnis ekspor, desain produk ekspor, manajemen ekspor dan harga ekspor, strategi internet marketing, pembayaran serta pameran internasional," ungkap Gerald.

Melalui kerjasama yang dilakukan, LPEI berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas usaha UKM dan mendorong terciptanya eksportir baru dalam rangka meningkatkan ekspor di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, kedepannya hal ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect, sehingga dengan mengembangkan kapasitas UMKM Berorientasi Ekspor juga akan meningkatkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT