Penjualan Semen 2006 Hanya Tumbuh 2%

Penjualan Semen 2006 Hanya Tumbuh 2%

- detikFinance
Kamis, 08 Jun 2006 17:22 WIB
Jakarta - Pasar semen sejak awal tahun ini mengalami perlambatan penjualan yang signifikan, karena belum jalannya proyek infrastruktur dan masih lesunya pembangunan properti.Departemen Perindustrian (Depperin) memperkirakan penjualan semen tahun ini hanya tumbuh 2 persen. Proyeksi ini berdasarkan pada kinerja triwulan I-2006 yang mengalami penurunan penjualan."Penjualan semen pada tahun ini hanya tumbuh 2 persen, sangat-sangat anjlok dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Bahkan di beberapa bulan pada kuartal satu tahun ini ada yang negatif," kata Dirjen Industri Agro dan Kimia Depperin, Benny Wahyudi.Hal itu diungkapkan Benny di kantornya Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (8/6/2006). Produsen semen juga terpaksa mengurangi produksi karena belum tingginya permintaan. Kapasitas produksi industri semen saat ini sekitar 72-75 persen dari total 47 juta ton. Menurut Benny, pada tahun 2005 saja dari target pertumbuhan 10 persen hanya terealisasi 5 persen. Indikasi penurunan penjualan ini karena industri properti belum menjamur seperti yang terjadi pada awal tahun 2000."Permintaan semen yang besar itu kalau proyek-proyek infrastruktur mulai berjalan. Saat ini kan masih terhambat seperti jalan tol. Terlihat beberapa paket yang sudah dilelang belum berjalan," jelas Benny.Puncak permintaan semen terjadi pada bulan April, Mei, Juni, Juli, Agustus. Namun ketika memasuki bulan Oktober atau musim hujan intensitas pembangunan juga menurun sehingga permintaan semen sedikit. Gempa YogyakartaBenny juga memperkirakan akan ada peningkatan permintaan semen di Yogyakarta dan Jawa Tengah, setelah terjadi gempa yang meruntuhkan banyak bangunan."Dengan permintaan yang tinggi ini, kita harapkan permintaan semen domestik dapat naik kembali sampai 5 persen akhir tahun ini," ujarnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads