Transparansi Rekrutmen Jadi Faktor Utama Mundurnya Ratusan CPNS

ADVERTISEMENT

Transparansi Rekrutmen Jadi Faktor Utama Mundurnya Ratusan CPNS

Edward F. Kusuma - detikFinance
Senin, 13 Jun 2022 06:00 WIB
Jakarta -

Iestri Kusumah seorang mentor karir menilai mundurnya ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa waktu lalu disebabkan oleh kurangnya transparansi dalam proses rekrutmen. Utamanya, Informasi gaji dan penempatan lokasi kerja tidak disosialisasikan sejak awal.

"Kebanyakan perusahaan swasta atau BUMN, sudah tertera di atas job desc-nya apa, keterangan apa, dan mungkin di lowongan kerja sudah ada kualifikasi yang jelas. Kalau di CPNS sendiri, ternyata masih ada beberapa instansi yang job desc-nya enggak jelas, jadi kebingungan di sini, zonk di akhir. Mungkin job desc enggak jelas, gaji enggak sesuai, mungkin banyak yang jadi pertimbangan di situ," ujar Iestri Kusuma dalam acara d'Mentor detikcom, Kamis (9/6/2022).

Iestri mengaku walau dirinya latar belakang sebagai recruiter dari swasta, tetapi ada banyak cerita dan pengalaman dari teman-temannya yang mengikuti CPNS. Meskipun dari awal sudah tertera di Undang-Undang informasi gaji hingga penempatan, tetapi saat pelaksanaan belum tentu sesuai.

"Seharusnya di awal sudah ada kepastian gaji, karena kalau swasta secara personal individu satu-persatu orang di interview, psikotes, itu mungkin akan berbeda kalau dengan CPNS yang diterima serentak, akan sulit kalau pada saat akhir diberi tahu, pada akhirnya akan terjadi seperti sekarang banyak orang tidak cocok mengundurkan diri karena gajinya," paparnya.

Iestri memberikan contoh salah satu temannya lolos CPNS Pemprov Jawa Barat, kurangnya informasi membuat peserta bingung. Alhasil banyak yang ragu menerima pekerjaannya sebagai CPNS.

"Karena banyak juga teman-teman ku sendiri yang sudah ditetapkan provinsi jawa barat tapi dia masih kebingungan apakah di tempatkan di provinsi atau di kota-kota terkecil, karena kita yang orang awam penempatan provinsi mikirnya di Bandung tapi bisa jadi ditempatkan di kota lain di bawah Pemprov Jawa Barat, (informasi) itu kurang pasti juga. Sehingga jadi kebingungan di awal apakah ak harus nerima kerjaan tersebut atau tidak pada akhirnya," paparnya

Iestri mengatakan kurang transparansi informasi gaji, lokasi hingga job desc harus jadi perhatian. Terlebih ada banyak instansi baru belakangan ini.

"Ada job desc tertentu yang masih baru itu belum dijelaskan secara rinci, teman-teman aku banyak yang nanya ke kantor, nanya ke senior, job desc apa saja karena instansi mereka masih baru, itu yang masih jadi kendala," pungkasnya.

(edo/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT