Zarqawi Tewas, Harga Minyak Sempat di Bawah US$ 70/Barel
Jumat, 09 Jun 2006 10:07 WIB
Singapura -
Tewasnya pemimpin jaringan al Qaeda di Irak, Abu Musab al-Zarqawi, membuat harga minyak dunia sempat turun hingga di bawah US$ 70 per barel.Usai pengumuman tewasnya Zarqawi, Kamis (8/6/2006) kemarin, harga minyak jenis light yang sudah lama bercokol di level US$ 70 per barel akhirnya bisa turun hingga 91 sen ke level US$ 69,91 per barel.Zarqawi tewas dalam serangan udara yang dilancarkan personel Irak-AS di sebuah tempat persembunyian. Ini mengakhiri operasi pengejaran Zarqawi yang selama ini menjadi buronan nomor satu di negeri itu.Namun menurut Victor Shum, analis dari konsultan energi Purvin and Gertz, tewasnya Zarqawi hanya memberi efek yang sementara pada pergerakan harga minyak karena tidak secara langsung mempengaruhi suplai minyak."Setelah reaksi sementara itu, pasar akan pulih. Masalah yang sebenarnya adalah bahwa kematian (Zarqawi) hanya memberi dampak yang sangat kecil terhadap suplai minyak di Irak," ujar Shum seperti dikutip dari AFP, Jumat (9/6/2006).Dan prediksi itu ternyata tepat karena di awal perdagangan Asia hari ini, harga minyak kembali menembus US$ 70 per barel menyusul adanya laporan bawha Iran mempercepat pengayaan Uranium. Hal itu menghempaskan harapan akan adanya resolusi masalah di negara penghasil minyak terbesar keempat di dunia itu.Harga minyak jenis light di awal perdagangan Asia tercatat naik 20 sen ke level US$ 70,55 per barel. Sementara jenis Brent naik 17 sen ke leel US$ 69,22 per barel."Ada sinyal yang bercampur dari Iran. Di satu sisi, ada sinyal yang positif tentang menerima insentif proposal, namun di sisi lain riset soal nuklir terus berlanjut," tambah Shum.
(qom/)










































