ADVERTISEMENT

Deretan 6 Nama Mendag di Era Jokowi, Termasuk Kontroversinya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2022 16:11 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberikan salam sebelum upacara pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan periode 2019-2024 di Istana Negara, Rabu (15/6/2022). Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Wamen ATR Raja Juli Antoni, Wamendagri John Wempi Watipo dan Wamenaker Afriansyah Noor. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Ada sejumlah nama Menteri Perdagangan (Mendag) yang menjabat pada era kepemimpinan presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2014 lalu. Mendag jadi salah satu jabatan yang sering direshuffle.

Terbaru, pada 15 Juni 2022, Politikus Zulkifli Hasan dilantik menjadi Mendag untuk menggantikan posisi yang diduduki Muhammad Lutfi. Dirangkum detikcom, berikut nama-nama posisi yang pernah mengisi jabatan mendag di pemerintahan Jokowi.

Rachmat Gobel (2014-2015)

Di era pertamanya menjadi Presiden, Jokowi menunjuk Rachmat Gobel untuk menempati posisi Mendag di tahun 2014. Jabatan menteri Rachmat berumur singkat, hanya satu tahun saja, yakni berakhir pada tahun 2015.

Selama menjadi Mendag, ada kebijakan Gobel yang membuat kontroversi di masyarakat, salah satunya yakni melarang penjualan minuman keras (miras) golongan A, atau dengan kadar alkohol 5% (bir) di tingkat ritel dan minimarket, mulai 16 April 2015.

Pada saat itu, Rachmat mengatakan bahwa selama ini pembelian miras di minimarket tidak terkendali, dan masyarakat berbagai umur bebas membelinya. Karena itu, Rachmat mengeluarkan Permendag Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 yang melarang minimarket menjual miras. Sebelum mengeluarkan aturan ini, Rachmat mengaku telah mengumpulkan pelaku usaha ritel, khususnya pemilik minimarket.

Setelah tidak lagi menjadi Mendag, Rachmat Gobel lantas aktif menjadi salah satu anggota Kadin. Dia juga mendaftarkan dirinya sebagai calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Ketum Kadin) Indonesia periode 2015-2020.

Thomas Lembong (2015-2016)

Pria lulusan Universitas Harvard ini sempat menjadi sorotan ketika restrukturisasi aset Sinar Mas tahun 2001. Ia juga pernah dinobatkan sebagai Young Global Leader (YGL) di World Economic Forum (Davos) pada 2008. Pengalaman-pengalamannya di dunia ekonomi dan perdagangan, menjadikannya ditunjuk Jokowi pada 2015 lalu. Namun, sama seperti Gobel, Thomas juga terbilang tidak lama menjabat sebagai Mendag. Ia terkena perombakan kabinet di 2016.

Pada masa jabatannya, Thomas pernah memberlakukan aturan impor sapi dengan menambah alokasi impor untuk sisa akhir tahun (triwulan IV-2015) sebanyak 200.000-300.000.

Tambahan impor sapi ini adalah untuk mengantisipasi lonjakan harga daging sapi, di dalam negeri khususnya Jabodetabek yang sudah menembus Rp 120.000 per kg, pada saat itu. Sebelumnya pihaknya juga telah mengizinkan Perum Bulog mendatangkan 50.000 ekor sapi siap potong. Bulog akan menjadi pemain utama sapi impor saat itu.

Enggartiasto Lukita (2016-2019)

Politisi Nasdem ini menjadi salah satu menteri yang ditunjuk pada saat perombakan kabinet jilid II (27/7/2016), menggantikan Thomas Lembong sebelumnya. Enggar lahir di Cirebon pada 12 Oktober 1951. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Bendum Golkar pada tahun 1998-2004 dan anggota DPR Fraksi Golkar pada 1997-1999 dan 2004-2009. Sejak 2013, ia bergabung ke Partai Nasdem.

Saat menjabat, kala itu kebijakan pelarangan minyak goreng curah mulai tahun 2020 menimbulkan kontroversi. Baik dalam penerapannya, maupun wacana penyetopan edaran minyak goreng curah menjadi pertanyaan besar. Lukita sebagai Mendag kalai itu, menegaskan bahwa minyak goreng curah tak akan ditarik dari pasaran. Namun, penjualannya nanti harus dikemas dalam suatu kemasan sederhana.

Adapun harganya, minyak goreng curah dalam kemasan dipatok menyesuaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 11.000 per liter mulai tahun depan. Selain itu, sebelum akhir masa jabatanya, Lukita juga meminta para pedagang online, untuk meningkatkan penjualan produk lokal. Menurutnya, untuk menekan produk impor diperlukan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi produk lokal.

Agus Suparmanto (2019-2020 )

Agus Suparmanto adalah Mendag yang ditunjuk Jokowi pada periode kedua kepemimpinannya. Agus ditunjuk Jokowi menggantikan Enggartiasto Lukita pada Rabu (23/10/2019).

Saat menjabat, Agus sempat mengusulkan revisi aturan bea masuk terhadap barang konsumsi yang diimpor melalui e-commerce. Tujuannya untuk mengerem banjirnya barang-barang konsumtif.

"Untuk impor-impor yang sekarang ini kan kita sedang seleksi karena banyak barang konsumsi. Ini akan kita keluarkan kebijakan baru, terutama yang e-commerce. Banyak e-commerce ini jual barang impor yang sifatnya konsumtif. Ini juga akan kita buat revisi, baik itu tarifnya sendiri, nanti kita akan koordinasi dengan kementerian terkait," kata Agus, dikutip dari catatan detikcom yang tayang pada (16/12/2019).

Saat itu, Agus mengusulkan bahwa produk yang harganya di bawah US$ 75 dolar juga dikenakan bea masuk. Sehingga, nantinya tak ada batasan pengenaan bea masuk terhadap barang impor melalui e-commerce.

Muhammad Lutfi (2020-2022)

Selanjutnya, Jokowi menunjuk Muhammad Lutfi sebagai Mendag untuk menggantikan Agus Suparmanto pada tahun 2020. Artinya, ini adalah kali kedua Lutfi berada di kabinet Indonesia menjabat posisi yang sama, yakni di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebelum menjabat sebagai Mendag, Lutfi juga sempat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Pria yang lahir pada 16 Agustus 1969 itu, merupakan lulusan Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Selain itu, Lutfi juga merupakan sosok pendiri Mahaka Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, keuangan, dan media.

Sebelum akhir jabatannya, kelangkaan minyak goreng di dalam negeri menjadi kontroversi sejak awal tahun 2022 hingga belakangan ini. Mendag Lutfi pun mendapatkan banjir kritik dari berbagai pihak, termasuk masyarakat. Dalam catatan detikcom, Lutfi pernah mengatakan memang ada kelangkaan minyak goreng di pasaran. Padahal, menurut data yang dia miliki setidaknya Indonesia berhasil mengumpulkan sekitar 570.000 ton minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

Nyatanya, Kejaksaan Agung telah telah menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) IWW sebagai tersangka kasus minyak goreng. Kasus tersebut, menjadi catatan penting bagi Lutfi Mendag saat itu, untuk harus berani melakukan perubahan radikal.

Zulkifli Hasan

Zulkifli Hasan telah dilantik menjadi Mendag pada 15 Juni 2022 pukul 13.30 WIB di Istana Kepresidenan. Keputusan tersebut sepenuhnya atas dasar kewenangan Presiden Jokowi.

Sebelum menjadi Mendag yang baru, Zulkifli Hasan sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum PAN. Pria kelahiran Lampung, 13 Agustus 1962 itu juga ternyata bukan orang baru di kabinet. Ia pernah duduk sebagai Menteri Kehutanan periode 2009-2014.

Berdasarkan catatan detikcom, selama karier politiknya, Zulhas sempat terseret beberapa kasus. Yang paling mengundang perhatian publik adalah kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau. Kasus ini menjeret eks Gubernur Riau kala itu, Annas Maamun yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Kamis, 25 September 2014. Setelah sempat mangkir, Zulhas akhirnya memenuhi panggilan KPK pada Jumat (14/2/2022) di Jalan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara periode 2021-2022 di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dikutip Rabu (15/6/2022), Zulkifli memiliki harta Rp 38.810.882.791 atau (Rp 38 miliar).

Simak Video: Jokowi Lantik 2 Menteri & 3 Wamen Baru, Istana: Presiden Perlu Refreshing

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT