ADVERTISEMENT

Resmi Jadi Mendag, Mau Apa Zulkifli Hasan dalam 100 Hari ke Depan?

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2022 16:07 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
Foto: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Aulia Damayanti/detikcom)
Jakarta -

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkiufli Hasan resmi menyandang jabatan sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) setelah dilantik Presiden Jokowi siang ini.

Apa yang akan dilakukan Zulhas, dalam 100 hari pertama jabatannya sebagai Mendag?

Kepada awak media, Zulhas menegaskan bahwa langkah utama yang akan dilakukannya adalah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di dalam negeri, seperti yang sudah ditugaskan Jokowi saat pelantikan siang tadi.

"Penugasannya itu (dari Jokowi) tolong Pak Zul dengan background Pak Zul yang suka turun ke bawah mengerti mikro mengerti retail detail soal pangan ketersediaan dan lain-lain itu diyakini kepercayaan besar dari presiden saya bisa menyelesaikan dengan baik makanya itu ketersediaan pangan penting sekali," tutur dia usai menghadiri serah terima jabatan mendag dari M Lutfi siang ini di Kantor Kemendag, Rabu (15/6/2022).

Ia mengatakan, dalam seratus hari ke depan, dirinya akan lebih fokus pada penyempurnaan kebijakan yang sudah dijalankan Mendag sebelumnya yakni M Lutfi.

Langkah ini, lanjut dia, dimaksudkan untuk mempercepat proses penyediaan bahan kebutuhan pokok. Penyempurnaan kebijakan, menurut dia, dianggap lebih cepat dan lebih efektif ketimbang harus membuat kebijakan baru.

Apa lagi, sejumlah komoditas seperti minyak goreng butuh penanganan cepat dan segera karena keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Kita memang mesti bekerja cepat. Pertama saya apresiasi dulu apa yang sudah dikerjakan Pak Lutfi (M Lutfi) sekarang Pak Luhut di bawah presiden juga kalau kita bersama-sama migor yang lama nggak selesai itu saya kira mudah mudahan dengan cepat kita selesaikan ketersediaan dan harganya terjangkau," tegas dia.

Sebelumnya, Zulhas sudah mendapat tugas dari Jokowi. Utamanya adalah memastikan ketersediaan produk kebutuhan pokok di dalam negeri dengan harga yang terjangkau. Menurut Jokowi, itu lebih penting dari menggenjot ekspor.

"Kalau urusan ekspor saya kira juga menjadi urusan menteri perdagangan, tetapi yang penting adalah urusan kebutuhan pokok dalam negeri harus bisa kita jaga," kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/6/2022).

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT