ADVERTISEMENT

Deretan Harga Barang di Sarinah yang Disebut Kemahalan

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Jumat, 17 Jun 2022 16:40 WIB
Suasana pusat perbelanjaan Sarinah
Foto: Kholida Qothrunnada
Jakarta -

Harga barang-barang yang dijual di Sarinah disebut kemahalan dan dikhawatirkan membuat sepi mal pertama di Indonesia tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VI Fraksi Partai Nasdem Rudi Hartono Bangun.

"Saya melihat Sarinah Jakarta itu memamerkan baju pakaian fashion-fashion tapi nggak ada beli pak. Saya pun mau masuk mau beli, gayanya, stylenya agak tinggi loh itu pak. Kalau saya lihat menegah ke atas itu," katanya.

Dari pantauan detikcom di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022), sejumlah produk yang dijual di sana memang lebih mahal harganya dibanding mal kebanyakan.

Di sekitar area lantai 3 mal Sarinah misalnya, banyak terpajang produk-produk seni kerajinan mulai dari pajangan untuk rumah, perlengkapan makan dan beberapa jenis tas. Harga produk yang dijual di sana memang lumayan cukup tinggi buat kebanyakan kantong masyarakat Indonesia.

Misalnya, wayang untuk pajangan yang terbuat dari kayu dengan ukuran sedang dibanderol Rp 4,2 jutaan, ukuran besarnya bisa mencapai belasan juta. Pajangan sosok Prabu Kresna bahan kayu dihargai Rp 865 ribu, serta frame kaca wayang kulit harganya tembus Rp 526 ribu.

Produk-produk yang dijual di SarinahProduk-produk yang dijual di Sarinah Foto: Kholida Qothrunnada

Selain itu, ada juga kerajinan tempat tisu dari yang terbuat dari rotan Rp 230 ribu, tas wanita ulir dihargai Rp 600 ribu, kerajinan tangan wadah dari daun pisang dan eceng gondok seharga Rp 90 ribu. Ada juga batu apung bentuk hati, yang digunakan untuk menggosok badan dijual senilai Rp 35 ribu.

Produk-produk yang dijual di SarinahProduk-produk yang dijual di Sarinah Foto: Kholida Qothrunnada

Di lantai 3, kita juga bisa menemukan aneka pajangan boneka kecil untuk home decor bentuk binatang dari kain katun batik yang dijual dengan harga Rp 115 ribu.

"Buat orang yang ngerti seni mah, harga segini itu nggak masalah. Karena kan kita barangnya asli handmade. Misal, untuk wadah kacang kecil dari rotan asli Lombok dijual dengan harga Rp 110 ribu. Ya kalau orang kalau tau nilai seninya, dengan harga segitu oke lah. Kita kan ada harga dan kualitas," ucap salah satu petugas penjaga di sana bernama Binus.

Binus menambahkan, bagi sebagian masyarakat harga kerajinan yang dibanderol di Sarinah memang cukup mahal. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk turis atau wisatawan asing.

"Biasanya kalau Weekend ada lumayan banyak bule ke sini. Mereka beli juga. Tapi, kalau mereka nggak liat harga. Misal, kalau menurut mereka unik dan asli Indonesia ya mereka beli," terangnya.

Produk-produk yang dijual di SarinahProduk-produk yang dijual di Sarinah Foto: Kholida Qothrunnada

Di area lantai Ground Floor (GF), 1 hingga 2 kita juga akan banyak menemukan kain batik, tenun dan berbagai jenis kain Nusantara lainnya. Pakaian yang terbuat dari kain tenun NTT dijual dengan kisaran harga Rp 900 ribuan hingga jutaan rupiah. Sementara, kemeja batik pria dijual ada yang dijual mulai harga Rp 750 ribuan. Kemeja batik yang dijual bahkan bisa mencapai Rp 9 jutaan yang dibuat dengan bahan sutra.

Pengunjung asal Bintaro, bernama Sinta mengatakan bahwa memang harga yang dipatok itu tidak sesuai dengan kantongnya, Namun, ia juga mengungkapkan bahwa harga yang ada memang akan ditentukan dengan kualitasnya.

"Harga segitu nggak banget di kantong kita. Cuma kalau dari keluarga kaya mah nggak masalah. Batik sampai jutaan, saya aja paling beli batik cuma di harga Rp 200 ribu. Ya, mungkin emang harga segitu ada kualitas kali ya," katanya saat berbincang dengan detikcom.

Sarinah kini memang tampak lebih modern dibanding dengan sebelumnya. Menjelang siang hingga sore pukul 15.35 WIB, mal Sarinah mulai banyak dikunjungi masyarakat. Sarinah adalah mal pertama di Indonesia yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Sukarno.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT