ADVERTISEMENT

3 PR Besar Manggarai buat Jadi Stasiun Sentral!

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Sabtu, 18 Jun 2022 08:30 WIB
Rute baru KRL menyebabkan Stasiun Manggarai dipadati penumpang. Petugas hingga pasukan Brimob dikerahkan untuk mencegah kepadatan dan membantu penumpang.
Stasiun Manggarai/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah berencana untuk menjadikan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral di Jakarta. Pembangunan infrastruktur pun tengah dilakukan dalam mendukung hal tersebut. Meski begitu, ada beberapa pekerjaan rumah atau PR besar yang harus dibenahi terlebih dahulu.

Menurut penemuan detikcom pada Jumat (17/06/2022), ada 3 PR besar yang harus dibenahi di Stasiun Manggarai antara lain kemacetan, area parkir yang kurang memadai, dan fasilitas ruang tunggu yang masih minim.

1. Akses Jalan yang Macet

Petugas Dinas Perhubungan yang bertugas di area Halte Stasiun Manggarai, Rian mengatakan kalau setiap pagi dan sore kawasan Stasiun Manggarai selalu mengalami kemacetan. Hal ini disebabkan
salah satunya karena banyak kendaraan roda empat yang menjadikan ruas jalan ini sebagai alternatif untuk menghindari ganjil genap di kawasan Matraman.

"Macetnya kan karena ada ganjil genap di kawasan Matraman itu. Jadi kendaraan larinya pada ke sini, semua" ujar Rian kepada detikcom.

Meski begitu, Rian menambahkan kalau macet ini hanya terjadi sampai underpass yang dekat dengan Pasar Raya.

"Tapi untuk yang ke stasiun sih aman. Hanya saja memang ini jalan agak macet juga kadang karena di bagian sana suka banyak itu berjejer kendaraan warga lokal sini parkir," katanya.

Rian mengatakan selain kendaraan warga, memang di sekitar area stasiun banyak kendaraan terparkir di bahu jalan seperti bajaj dan ojek pangkalan. Meski begitu, hal itu sudah disepakati oleh pihak stasiun dan dikelola dengan rapi agar tidak mengganggu lalu lintas.

Tidak hanya itu, kondisi kemacetan di area Stasiun Manggarai ini juga disebabkan oleh fenomena bottleneck, di mana jalan tersebut berujung pada underpass yang hanya muat dilalui oleh satu mobil, sehingga terjadi penyempitan jalur.

"Mobil semua dari yang awalnya di sini dua jalur, ke sananya mau gamau jadi satu jalur karena mau masuk underpass. Itu juga jadi PR besar kalau mau mengatasi kemacetan," ujar Susanto, salah satu petugas Stasiun Manggarai.

2. Area Parkir Kurang Memadai

Sangat disayangkan ternyata hingga kini Stasiun Manggarai belum memiliki tempat parkir mobil. Hal ini menyebabkan para pengunjung stasiun memilih untuk parkir di stasiun lain baru kemudian naik kereta ke stasiun ini atau nekat parkir di tempat parkir liar.

"Biasanya itu parkir di Stasiun Matraman situ. Nah dari situ baru naik kereta ke sini," ujar Iqbal, salah satu petugas loket parkir motor kepada detikcom.

Iqbal mengatakan memang pihak Stasiun Manggarai baru menyediakan dua lahan parkir untuk motor. Lahan parkir yang iqbal jaga memiliki kapasitas sekitar 100-200 kendaraan.

Petugas loket parkir di lahan parkir motor lainnya, Zikri menyatakan hal yang sama. Meski begitu, dia mengatakan ada juga pengunjung yang memilih untuk parkir di lahan parkir liar.

"Itu ada juga yang parkir di depan-depan sana yang berjejer itu. Itu dikelolanya sama warga sini nih. Tinggal laporan aja. Dijaganya juga sama TNI," ujar Zikri sembari menunjuk jajaran mobil yang terparkir di samping SMK.

Menanggapi hal ini, salah satu petugas Stasiun Manggarai, Adji mengkonfirmasi memang benar belum ada lahan yang tersedia untuk parkir mobil. Dia menambahkan saat ini pihak stasiun tengah berfokus pada pembangunan di area dalam stasiun.

"Memang tidak ada. Mungkin setelah pembangunan yang di dalam ini selesai, baru mulai buat lahan parkir," ujar Adji.

3. Fasilitas Ruang Tunggu Masih Minim

Setelah kemacetan lalu lintas dan lahan parkir, fasilitas ruang tunggu yang masih minim juga turut tersoroti. Hal tersebut terlihat dari para pengunjung yang duduk di emperan area kereta api jarak jauh. Terlihat dari dulu sebelum wacana stasiun sentral itu hingga kini, belum ada perubahan yang berarti dari ketersediaan fasilitas tersebut.

Salah seorang petugas penjaga peron mengaku memang fasilitas tempat duduk di area koridor dekat pintu masuk ini terbilang minim. Meski begitu, tetap ada satu dua kursi panjang yang letaknya cukup jauh dari area tempat pengunjung beraktivitas.

"Ya di sini lah area ruang tunggunya, sepanjang koridor ini. Sebetulnya ada kursi, tapi cuma satu dua itu," ujar dia sembari menunjuk area dekat toilet yang jaraknya cukup jauh.

Meski begitu, dia menambahkan kalau cukup banyak kursi yang tersedia di area peron KRL. Pun para pengunjung lebih memilih untuk duduk di emperan dan tangga-tangga kereta karena lebih dekat dengan area cafe dan mini market.

"Kita kan cape ya mba. Tapi ya gimana, di koridor ini tidak ada kursinya. Makanya orang-orang jadi duduk di emperan dan tangga," ujar Erna, salah satu pengunjung Stasiun Manggarai.

Erna menambahkan, sebenarnya ada kursi di area dekat toilet. Tapi karena posisinya cukup jauh dari pintu masuk dan area mini market, alhasil kursi-kursi tersebut kosong tanpa penghuni. Pun jumlahnya sangat terbatas, yakni dua kursi panjang dengan kapasitas 3-4 orang. Erna menambahkan kalau perlu adanya pembenahan dalam permasalahan ini, ditambah lagi Stasiun Manggarai akan menjadi stasiun sentral di Jakarta.

"Ini juga untungnya belum beroperasi ya kereta jarak jauhnya. Kalau nanti sudah, pasti orang-orang yang duduk di sini mengganggu ya," tambahnya.

Dari beberapa PR besar ini, terlihat bahwa Stasiun Manggarai masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk siap menjadi stasiun sentral di ibu kota. Ditambah lagi, pembangunan infrastruktur stasiun itu ditargetkan akan selesai pada 2025 mendatang. Hal ini tentunya menjadi tantangan besar demi mengejar tercapainya target tersebut.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT