ADVERTISEMENT

Wabah PMK Semakin Luas, Peternak Minta Penetapan KLB

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 19 Jun 2022 17:05 WIB
Pemkab Banyuwangi Bakal Keluarkan Sertifikat Hewan Ternak Bebas dari PMK
Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) semakin meluas dan sudah tersebar di 18 provinsi dan 190 kabupaten/kota. Aliansi Organisasi Peternak, Mahasiswa dan Tenaga Kesehatan Hewan Indonesia pun meminta agar pemerintah segera menetapkan ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Aliansi ini terdiri dari Komunitas Sapi Indonesia (KSI), PPSKI, HPDKI, PDHI, ISPI, IDHSI, Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Dewan Peternakan Nasional (DEPERNAS), Ikatan Senat Mahasiswa Peternak Indonesia (ISMAPETI), Asosiasi Peternak & Pedagang Sapi Seluruh Indonesia (APPSSI) dan Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia.

"Meminta kepada pemerintah agar segera menyatakan situasi 'Wabah' dan 'Kejadian Luar Biasa' atas adanya penyakit Mulut dan Kuku yang telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia," kata Ketua Umum DPP KSI, Budiono dalam keterangan tertulis, Minggu (19/6/2022).

Budiono mendorong pemerintah agar membuat tim Satgas Nasional penanganan wabah PMK sehingga seluruh kebijakan antara pusat dan daerah dalam satu komando. Dia meminta agar penanganan wabah ini dapat terkoordinasi secara terpusat seperti pandemi COVID-19.

"Mendorong terbentuknya kelembagaan Satuan Tugas Penanganan PMK yang terkoordinasi secara terpusat, layaknya penanganan pemerintah saat pandemi COVID-19 atau wabah Flu Burung (Avian Influenza), serta melibatkan para organisasi peternak, Organisasi Profesi Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Mahasiswa Peternakan dan Kesehatan hewan," jelasnya.

Kementrian Pertanian diminta agar memprioritaskan vaksinasi ke wilayah yang belum tertular wabah PMK sehingga sapi yang masih sehat dapat segera mendapat vaksin. "Baru setelah itu wilayah yang tertular dan terakhir adalah wilayah wabah, dan memberikan bantuan obat-obatan dalam penanganan PMK," pinta Budiono.

Dari banyaknya permintaan, Budiono juga meminta kepada pemerintah agar bisa memberikan insentif kepada para peternak yang hewannya sudah tertular PMK atau mati karena PMK. Insentif bisa berupa penundaan bayar pinjaman ke bank.

"Menyampaikan kepada OJK untuk menghapuskan atau seburuk-buruknya tunda bayar dalam pinjaman ke Lembaga Keuangan dalam bentuk pinjaman apapun yang diajukan untuk usaha ternak, di mana ternak tersebut mati akibat wabah PMK dan membantu dalam hal penolakan klaim asuransi atas ternak yang terpapar PMK, agar Perusahaan Asuransi (JASINDO) dapat memasukkan klausul PMK sebagai bagian addendum yang tidak terpisahkan dari polis awal," bebernya.

Selain itu, berikut usulan PMK lainnya:

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Ini Tata Cara Vaksinasi PMK"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT