ADVERTISEMENT

Belum Apa-apa Elon Musk Sudah Mau PHK Karyawan Twitter!

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 20 Jun 2022 10:46 WIB
FILE - Tesla CEO Elon Musk attends the opening of the Tesla factory Berlin Brandenburg in Gruenheide, Germany on March 22, 2022. Musk says his deal to buy Twitter can’t ‘move forward’ unless the company shows public proof that less than 5% of the accounts on the platform are fake or spam. Musk made the comment in a reply to another user on Twitter early Tuesday, May 17, 2022. (Patrick Pleul/Pool Photo via AP, File)
Foto: AP/Patrick Pleul
Jakarta -

Miliarder Elon Musk mengisyaratkan akan ada pemberhentian hubungan kerja (PHK) dalam pertemuan pertamanya dengan karyawan Twitter. Potensi PHK tersebut memungkinkan terjadi jika tawaran pengambilalihan US$ 44bn (Rp 652,6 triliun) untuk perusahaan media sosial itu berhasil.

Musk berbicara dengan para staf Twitter untuk pertama kalinya sejak tawaran yang ia luncurkan pada bulan April. Dia mengatakan, dirinya memungkinkan untuk keluar dari kesepakatan jika tidak diberikan data tentang akun palsu.

Pada sebuah panggilan video dengan para karyawan Twitter pada hari Kamis lalu, Musk mengatakan PHK di Twitter akan tergantung pada situasi keuangan perusahaan.

"Perusahaan memang perlu sehat. Saat ini biaya melebihi pendapatan," ujar Musk.

"Siapa pun yang ... kontributor signifikan seharusnya tidak perlu khawatir," tambahnya, dilansir melalui BBC, Jumat (16/06/2022).

Dia juga menyatakan preferensinya untuk memilih orang yang bekerja secara langsung di kantor kecuali seseorang yang luar biasa.

Namun dia tidak memberikan informasi terbaru menyangkut diskusi pengambilalihan. Para karyawan Twitter pun melanjutkan komunikasi secara internal dan mengungkapkan kekecewaan mereka tentang pandangan Musk menyangkut bisnis dan kompensasi karyawan.

Sebagai tambahan informasi, awal bulan ini, Musk mengancam akan batalkan tawaran pengambilalihan dan menuduh Twitter telah 'menggagalkan' permintaannya untuk mempelajari lebih lanjut soal basis penggunanya.

Dalam surat yang diajukan kepada regulator, dia mengatakan bahwa dirinya berhak melakukan pengukuran sendiri atas akun spam. Surat itu pula yang akhirnya meresmikan perselisihan yang telah memanas selama berminggu-minggu setelah dia menyatakan kesepakatan itu ditangguhkan sambil menunggu informasi lebih lanjut.

Saham perusahaan itu berada di US$ 37,36 (Rp 554 ribu) pada sesi akhir New York trading pada hari Kamis, jauh di bawah harga penawaran Musk sebesar US$ 54,20 (Rp 803,8 ribu).



Simak Video "Elon Musk Sindir TikTok Menghancurkan Peradaban"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT