RI Gelar National Single Window di Kabil Batam

RI Gelar National Single Window di Kabil Batam

- detikFinance
Minggu, 11 Jun 2006 19:18 WIB
Jakarta - Indonesia siap menggelar uji coba program pelayanan ekspor impor satu pintu atau national single window (NSW) di Kabil Industrial Estate di Batam.Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan, Diah Maulida, mengatakan pemerintah siap untuk melakukan uji coba NSW di kawasan industri tersebut. "Kendati sekarang memang belum berjalan praktik NSW-nya," kata Diah di kantornya Jl Ridwan Rais, Jakarta, Minggu (11/6/2006).Menurut Diah, belum beroperasinya NSW tersebut dikarenakan sejumlah koneksi perizinan dengan beberapa departemen belum berlangsung dan saat ini, yang tersedia baru sistem bea cukai. "Mungkin pengajuan untuk mengeluarkan barang, memasukkan barang, dan persetujuan dari bea cukainya sudah bisa dikerjakan online," papar Diah. Namun, lanjut Diah, apabila barang-barang terkait membutuhkan izin dari departemen teknis tertentu, maka koneksi tersebut belum dapat dilakukan. "Nantinya seluruh koneksi antara bea cukai dan departemen teknis akantersambung. Lewat NSW, impor barang nantinya harus disertai izin dari Departemen Perdagangan secara elektronik," ujar Diah. Diah menambahkan, NSW belum akan beroperasi penuh di seluruh Batam. "Kita baru bicara Kabil Industrial Estate. Target untuk memberlakukan NSW di seluruh Batam ialah pada Desember 2006," terangnya. Diah menjelaskan, pemerintah saat ini bekerja keras untuk merealisasikan NSW di level nasional. "Memang berat kalau nanti uji coba NSW dilakukan di Tanjungpriok," ucapnya. Diah menjelaskan hal tersebut dilakukan karena 80 persen kegiatan ekspor telah berlangsung di Tanjungpriok. "Setiap departemen teknis memiliki tugas membuat flow chart kerjanya. Seperti Departemen Perdagangan yang bertugas merapikan flow chart perizinan ekspor impor. Kita merinci tahapan yang diperlukan," urai Diah.Diah memaparkan, usai proses elektronik rampung selanjutnya dilakukan harmonisasi dan simplifikasi prosedur ekspor impor. "Saat ini flow chart yang masuk baru dari Departemen Perdagangan, BP POM, Batan, dan Departemen Pertanian (baru dari Direktur Peternakan). Flow chart yang masih ditunggu yakni dari KLH, Kehutanan, dan DKP," tandasnya. (ahm/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads