ADVERTISEMENT

Takut Nggak Laku, Pedagang Kurangi Stok Cabai di Toko

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 21 Jun 2022 11:55 WIB
Pedasnya Harga Cabai
Foto: Pedasnya Harga Cabai (Shafira Cendra Arini/detik.com)
Jakarta -

Harga pangan dari sayur mayur hingga bumbu dapur terus mengalami kenaikan. Bahkan, harga cabai rawit merah di DKI Jakarta tembus di Rp 130 ribu per kg.

Fenomena kenaikan harga pangan telah berlangsung sejak lebaran. Meski begitu, bukannya turun, harga cabai berangsur-angsur mengalami kenaikan hingga menyentuh angka fantastis di hari ini. Tidak hanya pembeli, para pedagang pun turut merasa khawatir dengan kenaikan harga ini hingga membuat mereka membatasi stok cabai yang tersedia di tokonya.

Seperti halnya Sum, salah satu pedagang di Pasar Lokbin Muria Dalam. Terpantau oleh detikcom, hanya sedikit jumlah cabai yang terlihat di etalase gerai Sum jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

"Memang gabisa belanja banyak untuk stok. Yang beli juga rata-rata per ons atau di ambil sedikit-sedikit," ujar Sum kepada detikcom, Selasa (21/06/2022).

Sum mengatakan dirinya kini hanya berani membeli 4-6 kg cabai untuk stok di tokonya, dari yang semula bisa mencapai belasan kg. Hal ini ia lakukan karena rata-rata pelanggannya membeli cabai dalam satuan ons, atau bahkan lebih sedikit.

"Saya belinya jadinya ga banyak. Kalo banyak bisa busuk. Orang juga males belinya, mendingan beli mateng. Tapi udah kelawatan ini harganya maksudnya," ujar Sum.

Tidak hanya Sum, pedagang lainnya di pasar tersebut, Ari juga melakukan hal yang sama. Dirinya juga mengurangi pembelian cabai untuk stok di tokonya karena modal yang kurang mencukupi.

"Akhirnya sekarang belanja dikurangi Aku juga udah bilang ke yang beli ke pasar induk, belinya dikurangi aja, duitnya nggak ada," ujar Ari.

Tantangan untuk Ari tidak berhenti sampai disitu. Dia mengatakan, kadang yang membuat tambah pusing ialah bobot cabai yang ia beli tidak sesuai dengan yang ia terima.

"Kemarin saya beli 6.5 kg. Eh taunya ketika ditimbang cuma ada 6 kg. Setengah kg nya kemana? Ini juga yang buat tambah pusing di saat semua harga naik begini," ujar Ari.

Di pasar lainnya, tepatnya di Pasar Tebet Timur, para pedagang sayur melakukan hal yang sama. Sebut saja Menir, yang mengurangi stok cabai di tokonya. Bahkan, dirinya memilih untuk tidak menjual cabai rawit hijau dan cabai keriting hijau karena harga cabai yang melambung tinggi ini.

"Kalau cabai rawit hijau dan keriting hijau saya lagi ga jual. Keriting hijau tuh soalnya cepat menguning," ujar Menir.

Menir juga mengatakan, alasan dirinya tidak menjual rawit hijau juga karena ia berusaha mengurangi jumlah pembelian. Pun minimal pembelian cabai di pasar induk berkisar antara 3-4 kg, besaran itu pun belum tentu habis di tokonya.

"Kita disini jualnya susah. Di sana soalnya kan kita nggak bisa beli sedikit juga, paling sedikit 3-4 kg. Ya dikurangi lah belinya, uangnya ga ada. Bukan ngurangi lagi, banget nguranginya," ujar Menir

Dia menambahkan, biasanya dia bisa membeli hingga belasan kg untuk total seluruh cabai. Namun untuk saat ini, dia hanya membeli sekitar 2 kg untuk cabai rawit merah, ditambah beberapa kg varian cabai keriting merah, cabai merah besar, dan cabai hijau besar.

Keputusannya ini juga dilandasi dengan kondisi pasar yang sepi. Pun mahalnya harga sayur ini menyebabkan tokonya semakin sepi pembeli. Oleh sebab itu, dirinya juga mengurangi stok cabai yang di jual di tokonya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT