ADVERTISEMENT

Musibah Gempa Bikin Krisis di Afghanistan Makin Parah

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 23:02 WIB
In this photo released by a state-run news agency Bakhtar, Afghans look at destruction caused by an earthquake in the province of Paktika, eastern Afghanistan, Wednesday, June 22, 2022. (Bakhtar News Agency via AP)
Foto: Bakhtar News Agency via AP: Gempa bumi di Afghanistan memperparah krisis di negara tersebut
Jakarta -

Afghanistan diguncang gempa sebesar Magnitudo (M) 6,1, akibatnya ratusan orang diketahui tewas. Situasi akan memperparah krisis di negara tersebut.

"Situasinya mengerikan. Ini adalah hal terakhir yang dibutuhkan Afghanistan. Mereka sudah menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern dan sekarang ini," Obaidullah Baheer, pendiri Save Afghanistan from Hunger, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (22/6/2022).

Melihat banyaknya korban dan dampak pada Afganistan pasca gempa, seorang pejabat senior Taliban Anas Haqqani berharap pihak internasional dapat memberikan bantuan.

"Kami berharap Komunitas Internasional & lembaga bantuan juga akan membantu orang-orang kami dalam situasi yang mengerikan ini," tulisnya di Twitter.

Menanggapi bencana yang menimpa Afghanistan, utusan khusus Uni Eropa untuk Afghanistan Tomas Niklasson mengatakan bahwa UE siap untuk mengerahkan bantuan darurat untuk Afghanistan. Hal ini disampaikan dalam Twitter pribadinya.

"Uni Eropa sedang memantau situasi dan siap untuk mengkoordinasikan dan memberikan bantuan darurat UE kepada orang-orang dan komunitas yang terkena dampak," cuitnya.

Seperti diketahui, menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Rabu (22/6/2022), gempa bumi M 6,1 itu mengguncang bagian padat penduduk Afghanistan dan Pakistan pada Rabu (22/6) dini hari waktu setempat.

Data terakhir menyebut jumlah korban akibat gempa tersebut sebanyak 950 orang tewas. Lebih dari 600 orang lainnya mengalami luka-luka.

Para pejabat penanggulangan bencana Afghanistan menyatakan jumlah korban jiwa masih mungkin bertambah. Disebut, informasi mengalir dengan lambat dari desa-desa terpencil di pegunungan setempat.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT