Ditunjuk Jadi Mendag, Zulhas: Kami Tahunya Menteri ATR

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2022 10:40 WIB
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menceritakan bagaimana proses Partai Amanat Nasional (PAN) mendapatkan kursi di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia mengatakan sejak isu reshuffle tahun lalu, pihaknya sempat mendapatkan kabar akan diberikan kursi menteri.

"Setahun yang lalu kemungkinan katanya kita (PAN) akan diberi Menteri UKM, terus atau Menteri Perhubungan karena waktu itu (Budi Karya) belum sehat, sekarang sudah sehat beliaunya," ungkapnya dalam Blak-blakan detikcom, Kamis (23/6/2022).

Zulhas mengatakan setahun berselang, tak ada lagi kabar atas kepastian partainya akan mendapatkan kursi menteri.

"Kan setahun yang lalu isunya, makanya kita ngomong reshuffle akhirnya kita pokoknya kerja bantu pemerintah. Sudah. Kan kami nggak dapat juga nggak apa apa juga waktu itu," jelas Zulhas.

Akhirnya tahun ini PAN mendapatkan kursi menteri. Saat Zulhas akhirnya melenggang ke kursi kabinet, isu yang muncul adalah dipilihnya PAN untuk mendukung tiga periode. Namun, isu tersebut tidak ditanggapi serius oleh Zulhas.

"Ya yang berpendapat gitu boleh aja. Tetapi kan kalau, tentukan politik itu seni ya. Nggak bisa cuma orang marah-marah ya tentu perlu, perlu endurance, perlu lobi, perlu meyakinkan pihak lain banyak hal yang kita kerjakan," ujarnya.

Zulhas sendiri bercerita, pada awal PAN dikabarkan akan mendapat kursi menteri bukan sebagai Menteri Perdagangan melainkan ATR/BPN. Tetapi kemudian, menjelang tengah malam dikabarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Zulhas akan menjadi Mendag.

"Kami tahunya Menteri ATR. Belum diberi tahu. Malam Rabu kita (PAN) kumpul di sini. (Membahas) Kalau ATR itu nanti kalau HGU habis kita minta persetujuan untuk Kepres atau Perpres yang besar-besar harus ada 30-40% untuk rakyat, terus sertifikasi harus dipercepat," ungkapnya.

"Kemudian hari Rabunya jam setengah 12, ternyata Perdagangan. Saya ini kan nggak pernah kepikiran menjadi Menteri Perdagangan, tidak pernah rencana menjadi Menteri Perdagangan, mengharap tidak pernah," tutupnya.

(eds/eds)