Inilah 10 BUMN Untung dan Buntung Tahun 2005

Inilah 10 BUMN Untung dan Buntung Tahun 2005

- detikFinance
Senin, 12 Jun 2006 12:02 WIB
Jakarta - Meski 'badai' perekonomian sempat menerpa Indonesia pada triwulan IV tahun 2005, namun sejumlah BUMN tetap mampu mencetak laba. Berikut daftar 10 BUMN paling untung dan paling rugi.Menneg BUMN Sugiharto dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/6/2006) memaparkan, sebagian besar BUMN telah menunjukkan kinerja yang membaik pada tahun 2005.Dari 139 BUMN, terdapat 82 BUMN yang menunjukkan kinerja tahun 2005 yang lebih baik ketimbang tahun 2004.10 BUMN pencetak laba terbesar tahun 2005:1. PT Pertamina (persero) dengan laba Rp 15,443 triliun (prognosa)2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Telkom) dengan laba Rp 7,955 triliun (audited)3. BRI dengan laba Rp 3,808 triliun (audited)4. PT Semen Gresik Tbk dengan laba Rp 1,022 triliun (audited)5. PGN dengan laba Rp 862 miliar (audited)6. Pusri dengan laba Rp 848 miliar (audited)7. PT Aneka Tambang Tbk dengan laba Rp 841 miliar (audited)8. PT Pelindo II dengan laba Rp 737 miliar (audited)9. PT Jamsostek dengan laba Rp 640 miliar (audited)10. PT Tambang Batubara Bukit Asam dengan laba Rp 467 miliar (audited)Total laba yang dicetak 10 BUMN tersebut mencapai Rp 32,627 triliun, atau hampir 95 persen dari laba yang dicetak oleh 139 BUMN sebesar Rp 34,57 triliun.Sedangkan 10 BUMN paling rugi tahun 2005:1. PT PLN (persero) rugi Rp 4,920 triliun2. PT Pann Multifinance yang mencatat laba Rp 13,249 miliar setelah sebelumnya rugi Rp 1,240 triliun3. PT Garuda Indonesia rugi Rp 691 miliar4. PT Merpati Nusantara rugi Rp 270 miliar5. PT Pelni Rp 250 miliar6. PT Brantas Abipraya rugi Rp 1,726 milar7. PT Kertas Kraft Aceh rugi Rp 125 miliar (tahun 2004)8. PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari rugi Rp 74,869 miliar9. PT AAF rugi Rp 115,902 miliar (tahun 2004)10. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) rugi Rp 30,364 miliarPada tahun 2005, dari 139 BUMN, 31 BUMN masih mencetak rugi dengan total Rp 6,11 triliun. Sementara 108 BUMN mencatat laba Rp 40,68 triliun. Atau total 139 BUMN mencatat laba Rp 34,57 triliun.Sementara dilihat dari realisasi dividen melebihi target yang ditetapkan yakni semula Rp 8,9 triliun, ternyata BUMN berhasil menyetor Rp 12,8 triliun atau 43,82 persen di atas target.Dan dari 139 BUMN, masih terdapat laporan BUMN berupa prognosa sejumlah 35 BUMN, unaudited 10 BUMN dan yang sudah diaudit 91 BUMN. Serta laporan keuangan yang tidak tersedia 3 BUMN."Sejalan dengan UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN bahwa batas waktu penyampaian laporan keuangan adalah 6 bulan setelah tutup buku atau akhir Juni," jelas Sugiharto. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads