ADVERTISEMENT

Daftar Paket Bantuan AS Rp 6,6 Triliun buat Ukraina Lawan Rusia

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2022 22:16 WIB
Ukraina telah menerima bantuan meriam Howitzer M777 dari Amerika Serikat. Saat ini meriam itu sudah digunakan untuk melawan Rusia.
Foto: REUTERS/STRINGER: Ukraina Kerahkan Meriam Howitzer dari AS untuk Lawan Rusia
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) akan menggelontorkan paket bantuan kepada Ukraina senilai US$ 450 juta atau Rp 6,6 triliun (kurs Rp 14.800). Menurut pejabat AS, bantuan ini termasuk pengiriman roket dengan sistem jarak jauh.

Dikutip dari Reuters Jumat (24/6/2022), Pentagon menyebut paket bantuan itu termasuk tambahan empat Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), 18 kapal patroli pesisir dan sungai dan ribuan butir amunisi.

Saat ini pasukan Rusia merangsek masuk ke timur Ukraina untuk merebut kota Donbas sebagai salah satu jantung industri. Pergerakan ini membuat Ukraine khawatir akan pasukannya yang bakal terjepit Rusia.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, pemerintahan Presiden Joe Biden telah memberikan US$ 6,1 miliar bantuan keamanan ke Ukraina.

Menurut koordinator Dewan Keamanan Nasional untuk komunikasi strategis, John Kirby, Washington menjalin kerja sama dengan Kyiv terkait pemilihan senjata yang paling ampuh untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam setiap paket bantuan.

"Alasan kami melakukan ini adalah agar kami tetap relevan dengan apa yang terjadi di medan perang," kata Kirby kepada wartawan di Gedung Putih.Sebelumnya pada hari Kamis, Ukraina mengatakan telah menerima tahap pertama HIMARS.

Paket terbaru datang setelah pekan lalu Biden mengumumkan suntikan senjata senilai US$ 1 miliar untuk Ukraina yang mencakup sistem roket anti-kapal, roket artileri, howitzer, dan amunisi.

Perang telah memasuki fase brutal beberapa pekan terakhir. Pasukan Rusia melancarkan serangan artileri yang luar biasa di Donbas, yang diklaim oleh Moskow sebagai gerakan separatis.

Ukraina mengatakan perlu sistem HIMARS karena lebih cocok dengan jangkauan sistem roket Rusia. Sistem roket Rusia banyak digunakan untuk memukul mundur posisi Ukraina di Donbas.

Kiev menjanjikan kepada Washington untuk tidak menggunakan senjata tersebut untuk menyerang wilayah Rusia. Sebelumnya ada kekhawatiran akan eskalasi konflik.

AS mengatakan HIMARS penting bagi pasukan Ukraina. Tetapi Moskow memperingatkan akan menggempur wilayah Ukraina yang "belum mereka serang" jika Barat memasok rudal jarak jauh ke Ukraina.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT