Proyek Tangguh Dapat Pinjaman US$ 3 Miliar

Proyek Tangguh Dapat Pinjaman US$ 3 Miliar

- detikFinance
Selasa, 13 Jun 2006 00:00 WIB
Jakarta - Indonesia mendapatkan pinjaman sebesar US$ 3 miliar untuk pembangunan kilang Liquified Natural Gas (LNG). Pinjaman tersebut berasal dari Asean Developmen Bank (ADB), JBIC , Bank of China dan bank lainnya."Proses negosiasi pinjaman sudah final, finaliisasinya kita lakukan di Hongkong 9 Juni 2006 lalu," kata Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP MIgas) Kardaya Warnika, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/6/2006).Menurut Kardaya, seluruh pengembangan proyek LNG Tangguh sebesar US$ 6,5 miliar. Dan dana sebesar US$ 3 miliar dibutuhkan untuk pengembangan lapangan gas."Itu untuk pengembangan lapangan gas ini, dan sebesar US$ 3 miliar berasal dari equiti kontrak kerja sama sharing (KKS)," ujarnya.Sementara itu, mengenai harga LNG ke Fujian, pemerintah Indonesia dan China, sudah sepakat menaikkan patokan harga minyak dari US$ 25 per barel menjadi US$ 38 perbarel."Harga LNG selalu mengikuti dengan harga minyak dunia," tuturnya.Dia mengungkapkan, dengan kenaikan patokan harga minyak tersebut berarti terjadi kenaikan harga gas yang sebelumnya sebsar US$ 2,6 per mmbtu (milion metric british thermal unit) menjadi US$ 3,4 per mmbtu."Sehingga terjadi kenaikan tambahan sebesar US$ 2,2 miliar dalam waktu 20 tahun," ucapnya.Selain itu, lanjut kardaya pemerintah Indonesia dan China telah sepakat apabila produksi LNG tersebut tidak bisa dibeli oleh Fujian karena suplainya sudah mencukupi, maka LNG tersebut akan dijual ke wilayah lain di China dengan harga premium. Dan untuk penjulan LNG Tangguh ini, China harus menyiapkan SBL/C (stand by letter of credit) sebesar US$ 300 juta."Mereka harus menaruh dana tersebut ke rekening pemerintah, baru setelah itu kita bisa berikan LNG nya. Jika tidak kita tidak mengirim," tandasnya. (ndr/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads