ADVERTISEMENT

Hitung Mundur, Impor Kurma Harus 6 Bulan Sebelum Lebaran!

Edward F. Kusuma - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 06:47 WIB
Jakarta -

Menjajaki bisnis kurma di Indonesia harus jeli dalam menghitung banyak factor. Pertama, calon pengusaha harus memahami konsep jual-beli antar negara berikut segala bentuk aturannya. Selain itu, menghitung waktu kedatangan barang juga perlu diperhatikan. Sebab bila salah terka, pebisnis bisa kehilangan momentumnya.

Amran Hamdani, seorang pengusaha kurma menjelaskan bahwa bulan ramadan merupakan puncak tertinggi konsumsi di Indonesia. Namun, tidak mentutup kemungkinan, permintaan juga tetap ada di sepanjang tahun.

"Ya memang paling tinggi di bulan ramadan. Dan masih jadi PR kita untuk mendorong pembelian di luar bulan itu. Nah, biar tidak kehilangan momentum, kita sudah siap-siap 6 bulan sebelum ramadan ya. Kita mulai deal dari para petani di negara asal. Kemudian di bulan ke-4 sebelum waktu yang kita inginkan, kurma-kurma itu sudah harus dikirimkan," ungkap Amran dalam program d'Mentor Kamis (23/6).

Lebih lanjut Amran menjelaskan, masa shipping berjalan sekitar 1 bulan. Selama masa tenggat tersebut, para importir pun perlu mempersiapkan pasar yang siap menyerap barang impor mereka.

Sebagai seorang pemain lama jual-beli kurma, Amran meyakinkan bahwa peluang usaha yang ia jalani masih terbuka luas bagi orang-orang yang berminat menjalaninya.

"Potensi bisnis kurma di Indonesia bisa dibilang cukup besar. 250 juta jiwa masyarakat yang kita bidik, meskipun kurma bisa dikonsumsi siapa saja, tapi kita bidik pasar terbesar kita umat muslim di seluruh Indonesia. Anggap saja 75% dari total, itu kita masih belum ada apa-apanya dalam menyuplai permintaan kurma," jelasnya.

Sebagai gambarannya, kini Indonesia terhitung sebagai salah satu negara pengimpor kurma terbesar di dunia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2021 Indonesia mengimpor kurma sebanyak 50.133 ton atau senilai US$69 juta. Sedangkan pada tahun berikutnya, angka ini akan meningkat. Pada bulan Februari 2022 saja, Indonesia sudah mendatangkan sekitar 13,5 ribu ton kurma atau senilai US$21,6 juta.

Saksikan juga video lengkap d'Mentor: Bisnis Manis Buah Kurma

[Gambas:Video 20detik]



(vys/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT