ADVERTISEMENT

Sederet Pertanda AS Bisa Masuk ke Jurang Resesi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 09:32 WIB
Bendera Amerika Serikat AS
Ilustrasi Bendera Amerika Serikat yang Ekonominya di Pinggir Jurang Resesi. Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) kini berada di jurang resesi. Mulai dari pasar saham yang bergejolak, inflasi yang melonjak dan suku bunga yang naik membuat orang AS pesimis dengan kondisi ekonomi negaranya.

Dikutip dari CNN berdasarkan survei yang dilakukan University of Michigan daya beli konsumen telah masuk ke rekor terendah. Hal ini karena banyak masyarakat yang tertekan dengan harga yang tinggi.

Sebelumnya, indeks harga konsumen sempat melonjak ke level tertinggi dalam 40 tahun. Inflasi tercatat 8,6% selama 12 bulan terakhir dan The Fed kini mengerek bunga acuan dengan agresif dan dampaknya bisa menekan aktivitas perekonomian.

Selanjutnya harga logam tercatat pada posisi terendah dan merosot 11% dalam dua minggu terakhir. Saat ini tembaga banyak digunakan untuk bahan baku konstruksi.

Invasi Rusia ke Ukraina turut menyumbang kenaikan harga tembaga di dunia. Direktur Strategi Komoditas TD Securities Daniel Ghali mengungkapkan harga terbaru ini terjadi akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

Keudian S&P Global menerbitkan indeks barang non esensial mengalami penurunan pesanan karena konsumen kaget dengan kenaikan harga yang signifikan.

Harga bensin juga naik gila-gilaan. Kondisi ini turut mempengaruhi permintaan dari masyarakat. Selanjutnya sektor perumahan juga merosot terutama skema hipotek yang dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga bank sentral.

Perusahaan pengembang perumahan juga turut terkena imbasnya. Harga saham properti turun 45% tahun ini. Para pengembang saat ini mewaspadai kondisi ekonomi yang sedang sulit. Meskipun melambatnya sektor perumahan, diharapkan tidak akan mempengaruhi sektor lain seperti yang terjadi pada 2008 lalu.

Kepala Investasi RDM Financial Group Michael Sheldon mengungkapkan saat ini kondisi perbankan jauh lebih baik dibandingkan kondisi periode sebelumnya.

Bank kini juga lebih selektif dalam menyalurkan kredit. "Bank tidak akan memberi pinjaman ke orang yang tidak punya rekam jejak kredit atau kreditnya macet. Jika ada resesi, dampak ke sektor perumahan akan lebih kecil tidak akan seperti yang dialami sebelumnya," ujar dia.



Simak Video "Sri Mulyani: Dunia Tidak Baik-baik Saja, Inflasi di Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT