Garuda Lolos dari Jerat Pailit, What's Next?

ADVERTISEMENT

Garuda Lolos dari Jerat Pailit, What's Next?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 12:02 WIB
Kedatangan turis perdana dari Jepang ke Bali yang diangkut dengan pesawat Garuda.
Foto: Garuda Indonesia
Jakarta -

Hari ini proses PKPU Garuda Indonesia telah selesai. Perjanjian penyelesaian utang yang diajukan Garuda diterima dan disahkan Majelis Hakim PN Jakarta Pusat. Dengan ini, Garuda berhasil memperoleh status homologasi dan lolos dari status pailit.

Setelah lolos dari pailit, apa yang bakal dilakukan Garuda Indonesia?

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan hal pertama yang akan dilakukan adalah memulai proses restrukturisasi. Finalisasi proses tersebut akan berjalan selama 30 hari ke depan.

"Sesuai dengan kesepakatan hari ini, proses restruct kita akan dilanjutkan 30 hari untuk finalisasi dengan semua kreditur," ujar Irfan ditemui usai bacaan sidang putusan homologasi yang dilakukan di Ruang Soebekti I, PN Jakarta Pusat, Senin (27/6/2022).

Dalam 30 hari ke depan pun pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan kreditur yang belum terdaftar dalam proses PKPU. "Ini juga waktunya bicara dengan yang terindentifikasi tapi tidak terverifikasi," ujarnya.

Irfan melanjutkan Garuda juga akan berkoordinasi dengan pemerintah khususnya Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan untuk pelaksanaan rencana penyertaan modal negara atau PMN. Rencananya akan ada PMN Rp 7,5 triliun yang masuk lewat proses rights issue.

Dia mengaku belum tahu kapan PMN akan disuntikkan. Yang jelas right issue bakal dilakukan lewat rapat umum pemegang saham (RUPS). Irfan pun belum membeberkan kapan RUPS akan dilakukan.

"Dengan sudah homologasi, proses penanaman modal bisa kita lakukan dalam bentuk right issue dan segala macam dan ini butuh proses yang harus difinalisasi untuk menjaga governance. Ini harus lewati proses RUPS dulu," kata Irfan.

Setelah itu, baru pihaknya akan menjalankan strategi bisnis berikutnya. Salah satunya adalah menambah frekuensi penerbangan dan juga jumlah armada.

Sidang pembacaan putusan homologasi Garuda Indonesia sudah dilakukan pada pukul 10.15 WIB di PN Jakarta Pusat. Majelis Hakim menyetujui dan mensahkan perjanjian penundaan utang Garuda.

Majelis hakim memutuskan proses PKPU Garuda Indonesia telah berakhir. Dalam putusannya juga disebutkan semua pihak, baik debitur dan kreditur harus tunduk pada hasil putusan sidang.

"Dengan ini menyatakan sah dan mengikat secara hukum perjanjian penundaan utang yang disetujui pada 17 Juni 2022 antara PT Garuda dan krediturnya," ungkap Hakim Ketua Majelis Kadarisman, dalam sidang putusan homologasi.

"Meminta Garuda dan krediturnya untuk tunduk pada isi perjanjian perdamaian," ujarnya.



Simak Video "Detik-detik Pesawat Garuda Alami Turbulensi Hingga Penumpang Teriak Histeris"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT