ADVERTISEMENT

Zulhas Buka-bukaan Insentif Buat Pengusaha Sawit yang Produksi Migor Kemasan

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 17:14 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan/Foto: 20detik
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas buka-bukaan soal insentif untuk pengusaha kelapa sawit. Insentif ini akan diberikan bagi perusahaan yang bersedia memproduksi minyak goreng kemasan sederhana.

"Curah tetap ada, kemudian nanti ada minyak goreng kemasan rakyat, memang lagi kami bahas dengan Pak Menko. Jadi kemasan ini nanti ada insentif beda dong, harus jadi tinggi (ekspor)," ucapnya dalam pertemuan dengan pengusaha minyak goreng dan sawit di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2022).

Menurutnya insentif itu diberikan agar ada keselarasan karena sudah mengeluarkan tambahan biaya untuk memproduksi minyak goreng kemasan sederhana. Harga untuk kemasan sederhana itu Rp 14.000/liter dengan merek dagang Minyak Kita.

"Kalau sekarang yang curah 1:5, kalau nanti berapa gitu nanti kita lagi hitung biar ada win-win tambahan ongkos, hitungannya skala diperbesar. Kita lagi hitung," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan juga mengatakan insentif untuk perusahaan kelapa sawit. Insentif itu bisa didapat, asalkan perusahaan memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memproduksi minyak goreng kemasan sederhana Rp 14.000 per liter.

"Harganya tetap Rp 14.000/liter walaupun kemasan (sederhana), nanti mungkin yang sedang kita bahas insentif berbentuk ada indeks tertentu terhadap kuota ekspor (CPO)," ujarnya kepada detikcom, Jumat (24/6/2022).

Oke juga mengatakan, belum ada perhitungan pasti atas kuota tambahan yang akan diberikan perusahaan. Ia hanya memberikan contoh atau perhitungan kasar jika perusahaan mau memproduksi minyak goreng kemasan.

"Misalnya sekarang jatah ekspor dia (perusahaan) 1.000 ton, mereka dapat jatah ekspor 5.000 ton. Nah kalau dia pakai minyak goreng kemasan sederhana yang 1.000 ton dikali 1,05 jadi 1.050 kemudian dikali lima jadi 5.250 ton jatah ekspornya," jelasnya.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT