ADVERTISEMENT

Kementan Klaim Stok Hewan Kurban Surplus, Jumlahnya 2,2 Juta Ekor

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 17:18 WIB
Penjualan hewan kurban mulai bergeliat menjelang Idul Adha. Hewan-hewan kurban itu dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 11 jutaan.
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Kementerian Pertanian mengklaim jumlah hewan kurban di Indonesia sejauh ini masih surplus. Jumlahnya mencapai 2,2 juta ekor. Sementara itu untuk kebutuhannya sebesar 1,81 juta ekor.

"Jadi totalnya dari empat ternak utama ada sekitar 2,27 juta ekor, sementara kebutuhannya 1,81 juta ekor. Ini terkait kurban sapi, kerbau, kambing, dan domba," ujar Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dalam rapat dengan Komisi IV, Senin (27/6/2022).

Lebih jauh, Kasdi memaparkan sejauh ini ada sekitar 861 ribu ekor sapi sementara kebutuhannya 694 ribu ekor. Lalu untuk kerbau ketersediannya ada 29 ribu ekor sementara kebutuhannya 19,2 ribu ekor.

Selanjutnya, kambing ketersediannya 973 ribu ekor dengan total kebutuhan hanya 732 ribu ekor. Lalu yang terakhir untuk domba ketersediannya ada 408 ribu ekor dengan kebutuhan mencapai 364 ribu ekor.

Namun begitu, Kasdi tak menjelaskan apakah hewan-hewan ternak yang tersedia sudah dipastikan bebas PMK atau tidak.

Kementerian Pertanian sendiri sampai saat ini sudah mulai melakukan proses vaksinasi PMK kepada hewan-hewan ternak di seluruh Indonesia. Sejauh ini sudah ada 810 ribu dosis yang sudah mulai disebar Kementerian Pertanian ke provinsi-provinsi.

Sampai pagi ini menurut Dirjen PKH Kementan Nasrullah sudah ada sekitar 65 ribu lebih dosis vaksin yang sudah disuntikkan ke hewan ternak.

"Di provinsi sudah lakukan distribusi dan jumlah vaksin yang sudah divaksin per jam 10 tadi adalah 65.919 dosis per pagi ini jam 10 tadi. Saya kira itu tambahan dari kami," papar Nasrullah dalam rapat yang sama.



Simak Video "Ma'ruf Amin Imbau Peternak Siapkan Hewan Kurban Bebas PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT