ADVERTISEMENT

Aplikasinya Dipakai Buat Bayar KRL, Begini Dampaknya ke Kinerja GoTo

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 16:14 WIB
Praktisnya Pesan Tiket KRL lewat Aplikasi GoTransit
Foto: Dok. Gojek

Mengacu hasil riset "Survei Persepsi dan Perilaku Konsumsi Online Food Delivery di Indonesia" yang dipublikasikan Tenggara Strategics pada Rabu (15/6/2022) GoFood menempati urutan pertama sebagai layanan pesan antar makanan di Indonesia. Nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) layanan OFD menurut riset ini sebesar Rp 78,4 triliun pada 2021.

Dari jumlah tersebut, nilai transaksi platform GoFood diestimasi mencapai Rp 30,65 triliun atau menguasai 39 persen dari total GMV dan merupakan yang tertinggi. Sisanya adalah penyedia layanan OFD lainnya seperti Shopee Food dan GrabFood.

"Jika kita lihat di performa keuangan GOTO pada kuartal I 2022, terjadi peningkatan sebesar 58% pendapatan bruto dan segmen on-demand juga meningkat 44% secara year-on-year. Segmen on-demand adalah salah satu kontributor terbesar GTV dan pendapatan GoTo," terangnya.

Melalui penguatan ekosistem GOTO di layanan on-demand, Bernad meyakini akan mendorong peningkatan transaksi di segmen lainnya yaitu financial technology khususnya GoPay dan e-Commerce yaitu Tokopedia.

"Jika bisnis on-demand GOTO seperti GoTransit dan GoFood dapat berinovasi dan meningkatkan transaksinya, berarti semakin banyak juga pengguna GoPay untuk melakukan pembayaran dan semakin banyak merchant GoFood yang menggunakan solusi merchant dari GOTO Financial. Jadi manfaatnya berputar lagi ke seluruh ekosistem GOTO dan inilah yang merupakan kekuatan utama dari GOTO dibanding kompetitor," Bernad menjelaskan.

Khusus terkait layanan financial technology di bawah GoTo Financial, kata Bernad, sejauh ini pertumbuhan GTV-nya terbilang eksplosif. "Fantastis hingga mencapai 91% atau sebesar Rp77,5 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa GoTo Financial berhasil meningkatkan adopsi GoPay dan solusi lainnya untuk merchant," imbuhnya.

Seiring dengan penguatan layanan on-demand, lanjut Bernad, GOTO terindikasi akan berinvestasi pada mitra driver yang juga menjadi garda terdepan bisnis logistiknya. Hal ini berarti akan meningkatkan kekuatan pengiriman produk hasil transaksi di Tokopedia.

"Kita tahu bahwa kecepatan dan efisiensi adalah faktor penting dalam menarik dan mempertahankan konsumen di segmen e-commerce," tegasnya.

Terpisah, Riset Mandiri Sekuritas pada Senin (27/06) merekomendasikan Buy (beli) untuk saham GOTO dengan target harga Rp 440 per saham.


(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT