Harga Minyak Kena Badai Alberto
Selasa, 13 Jun 2006 10:27 WIB
New York - Munculnya badai Alberto di Kuba dan mengarah ke Florida membuat harga minyak dunia kembali naik. Para pialang pun kini mulai dihantui trauma seiring masuknya musim badai yang dimulai sejak 1 Juni hingga November.Faktor negatif lainnya yang membuat harga minyak terus bertahan di level US$ 70 per barel adalah masalah geopolitik di Iran yang tak kunjung selesai.Di New York, harga minyak jenis light untuk pengiriman Juli naik 69 sen ke level US$ 72,32 per barel pada transaksi elektronik menjelang pembukaan pasar New York.Di London, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Juli naik 58 sen ke level US$ 71,18 dolar."Harga minyak terus naik setelah Iran mengumumkan tidak akan mempersiapkan diri untuk negosiasi untuk haknya melakukan pengayaan uranium," ujar analis perminyakan dari Sucden, Sam Tilley seperti dilansir AFP, Selasa (13/6/2006)."Sentimen lain adalah munculnya badai tropis pertama pada musim badai atlantik tahun 2006 yakni Alberto yang telah masuk Kuba dan akan menuju Florida," tambahnya.Para pialang kian cemas karena Devon Energy Corporation telah melakukan evakuasi di fasilitas minyaknya di Teluk Meksiko untuk mengantisipasi munculnya badai.Trauma pun kembali menghantui. Pada tahun lalu, badai Katrina dan Rita berhasil menghempaskan fasilitas-fasilitas perminyakan di kawasan Teluk Meksiko yang merupakan salah satu daerah penghasil minyak terbesar AS."Badai-badai yang muncul pada tahun lalu masih segar ada dalam ingatan setiap orang dan dengan adanya prospek badai aktif pada tahun ini, maka semua mata akan melihat pada laporan cuaca," tambah Tilley.
(qom/)











































