Miris! 6 Juta TKI Belum Dilindungi Jaminan Sosial

ADVERTISEMENT

Miris! 6 Juta TKI Belum Dilindungi Jaminan Sosial

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 28 Jun 2022 14:44 WIB
Sebanyak 28 Pekerja Migran Indonesia asal Bali telah dipulangkan dari Ukraina sejak 3 Maret lalu. 26 PMI hari ini diberangkatkan ke kampung halaman di Bali.
Ilustrasi TKI/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pekerja Migran Indonesia (PMI) ternyata belum banyak yang dilindungi jaminan sosial. Khususnya jaminan sosial bentukan pemerintah, mulai dari BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

Setidaknya masih ada 67,7% PMI yang belum ikut serta dalam kepesertaan jaminan sosial. Jumlahnya sekitar 6,09 juta pekerja yang belum terlindungi jaminan sosial.

Hal ini terungkap dalam studi yang dilakukan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) bekerja sama dengan lembaga Jerman, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

"Temuan pertama itu menurut estimasi kami ada 60% lebih PMI kita yang tercakup jadi anggota jaminan sosial, khususnya BP Jamsostek," papar pemimpin tim studi DJSN-GIZ Sugeng Bahagijo di Hotel Sheraton, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2022).

Lebih lanjut Sugeng menjelaskan sejauh ini beragam alasan disampaikan para pekerja soal tak terdaftar di jaminan sosial. Mulai dari tidak mendapatkan informasi yang mumpuni soal jaminan sosial, fasilitas yang tidak memadai, hingga sudah mendapatkan fasilitas jaminan sosial di negara tempat kerja.

Ada juga pekerja migran yang secara sadar tak mau ikut jaminan sosial. Alasannya adalah tawaran yang diberikan jaminan sosial kurang cocok. Banyak hal yang tidak di-cover oleh jaminan sosial nasional.

"Ada juga secara sadar teman-teman nggak mau ikut karena kurang cocok menunya. Misalnya butuh JHT (jaminan hari tua), namun paket itu nggak ditawarkan ke PMI. Jadi cover yang diinginkan tidak ada," ujar Sugeng.

Alasan lainnya adalah pelayanan jaminan sosial yang masih minim di negara kerja. Layanan jaminan sosial nasional belum membuka kantor pelayanan di berbagai negara, mau layanan secara online pun aksesnya sulit.

"Mereka juga nggak ada kantornya dan nggak bisa dilayani. Kalaupun lewat online susah diakses," kata Sugeng.



Simak Video "Bantuan Subsidi Upah Rp 1 Juta Cair Hari Ini, Begini Cara Ceknya!"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT