Bumi Disarankan Gaet Perusahaan Jepang

Gagal Gandeng Sasol

Bumi Disarankan Gaet Perusahaan Jepang

- detikFinance
Selasa, 13 Jun 2006 12:20 WIB
Jakarta - Pemerintah menyarankan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk menjajaki proyek batubara cair (coal to liquid/CTL) dengan perusahaan Jepang J-Coal. Sebelumnya perusahaan gagal menggandeng perusahaan CTL asal Afrika Sasol."BUMI sempat gagal menjajaki kerja sama proyek batu bara cair dengan Sasol Afrika, dan kini kita ajak mereka kerja sama dengan J-Coal," kata Kepala Badan Litbang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Neni Sri Utami, disela acara seminar CTL di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/6/2006).Rencananya proyek CTL akan dibangun di salah satu tempat dari tiga lokasi di Berau Kalimantan Timur, Bangko Sumatra Selatan dan Muriah Kalimantan Selatan. Pembangunan batubara cair semi komersial ini untuk menghasilkan crude syntetic oil (CSO).Menurut Neni, jika kerja sama dengan J-coal ini bisa dilakukan akan bisa mengolah 3.000 ton CTL per hari. "Angka tersebut bisa menghasilkan 12 ribu barel per hari CSO," ungkap Neni.Investasi untuk proyek itu sekitar US$ 2,4 miliar. Sementara untuk menghasilkan 55 ribu barel CSO dibutuhkan batubara sebanyak 12 ribu ton per hari dengan biaya produksi sebesar US$ 23-29 per barel."Tapi itu jika menggunakan teknologi dari Sasol, sedangkan untuk yang teknologi Jepang masih harus dibicarakan," tutur Neni.Sementara Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi Departemen ESDM, Simon F Sembiring mengatakan, pihaknya akan mengkaji berbagai kemungkinan pemberian insentif untuk pengembangan batubara cair.Pemberian insentif tersebut bisa dilakukan dengan pengurangan royalti dan pajak bagi pemilik tambang yang akan mengembangkan batubara cair."Kita tengah memikirkan berbagai kemungkinan insentif itu," tandas Simon. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads