ADVERTISEMENT

Seberapa Ampuh Digitalisasi Genjot Bisnis UMKM?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 28 Jun 2022 17:06 WIB
Ilustrasi Digital
Ilustrasi Digitalisasi UMKM. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Di era kehidupan yang serba dibalut internet, digitalisasi menjadi sangat penting diadopsi untuk bisnis, termasuk UMKM. Hal ini sering menjadi pembicaraan, namun sebenarnya seberapa ampuh digitalisasi genjot bisnis UMKM?

Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Fixy mengatakan, digitalisasi menjadi penting karena dapat membantu UMKM meningkatkan hasil pendapatan atau transaksi. Kemudian, membuat pencatatan keuangan lebih teratur, serta meningkatkan literasi keuangan.

"Kalau bicara data, ada dari CORE. CORE mengatakan bahwa 68% UMKM menyatakan peningkatan pendapatan. Dan mereka juga menyampaikan yang menarik adalah, yang dibawa oleh pandemi ini adalah digitalisasi," kata Fixy dikutip, Selasa (28/6/2022).

Kemudian, Fixy menuturkan, digitalisasi menjadi suatu hal krusial bagi UMKM lantaran struktur demografi Indonesia yang didominasi generasi milenial memungkinkan adanya pengadopsian teknologi digital dengan sangat cepat. Selain itu, ia menyebut 41% transaksi ekonomi digital di Asia Tenggara saat ini juga berasal dari Indonesia.

"Itu sebetulnya salah satu kekuatan kita, yang harusnya bisa dimanfaatkan. Jangan sampai transaksi digital kita hanya menjadi pasar saja, tapi yang ditransaksikan produk dari luar," ujarnya.

Fixy mengatakan, pemerintah dalam memperluas pemanfaatan dan membangun kesadaran digitalisasi sampai saat ini telah mengoptimalkan program Bangga Buatan Indonesia (BBI). BBI merupakan gerakan nasional yang dirancang pemerintah dan diluncurkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Mei 2020 lalu.

Menurut Fixy, hingga akhir tahun 2022 pemerintah telah menargetkan 20 juta UMKM dapat onboarding, yang mana sampai saat ini data menunjukan baru ada sekitar 18,5 juta UMKM.

Pada acara tersebut turut menghadirkan Pendiri Brodo M. Yukka Harlanda. Brodo merupakan perusahaan fashion pria berbasis retail dan e-commerce yang berpusat di Bandung, Jawa Barat. Yukka mengatakan, digitalisasi memang menjadi penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengguna sosial media tertinggi di dunia.

Menurut Yukka, perkembangan media sosial tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, karena disana terdapat potensial-potensial target market, yakni anak muda.

"Dulu kalau kita iklan di koran majalah, atau televisi. Sekarang harus berubah nih mindsetnya. Kebanyakan target marketnya adalah yang muda-muda dan ada di dunia digital, termasuk sosmed. Waktu saya memulai saya beruntung banget, waktu itu baru mulai momen dimana Facebook baru launching di Indonesia, jadi saya manfaatkan," tutur Yukka.

Lanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "UMKM Yogyakarta Sukses Jangkau Pasar Se-Indonesia Berkat Digitalisasi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT