ADVERTISEMENT

4 Kendala Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi di Pasaran

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 28 Jun 2022 19:15 WIB
Ilustrasi Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi
Foto: Ilustrasi Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi (Luthfy Syahban/detikcom)

2. Kendala Sinyal Internet

Seperti diketahui, selain harus menggunakan smartphone, agar bisa mengakses aplikasi PeduliLindungi tentu harus terhubung dengan jaringan internet. Bagi yang tidak terkoneksi atau memiliki sinyal internet yang buruk, pembeli tentu tidak akan bisa menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

3. Usia Pembeli

Berdasarkan penelusuran detikcom di Pasar Kramat Jati, sejumlah pedagang mengungkapkan kebanyakan yang membeli minyak goreng curah di toko mereka yang usianya yang sudah tidak belia alias tua.

Penjaga toko yang merupakan anak pemilik Toko Handhika pun mengungkapkan hal tersebut. Dirinya juga merasa kasihan ke pembelinya, yang kebanyakan tidak menggunakan smartphone.

"Kemarin kan baru. Belum ada yang beli pakai scan PeduliLindungi. Kan pembeli saya rata-rata orang yang udah tua nggak ada HP yang bisa buat scan. Jarang lah. Justru kalau gini ribet, kan kita biasa bungkus minyak, tinggal kasih ke yang beli," tutur penjaga toko itu yang enggan disebutkan namanya itu.

4. Keterbatasan Pemahaman

"Saya nggak ada HP yang buat begituan. Duh... ribet nunjukin KTP aja kadang mumet, nggak nyantol begimana dah padahal kan dah dikasih tahu, ngerti sih cuma kadang yang namanya ane dah tua, kadang kelamaan dikit-dikit lupa, ribet dah!," ungkap Sri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ketika ditanya detikcom.

Hal serupa juga dialami oleh Siti, penjual sempol ayam. Ia membeli MGCR di sana mengatakan bahwa adanya aturan ini, membuatnya harus banyak memfotokopi KTPnya.

"Mau gamau saya harus punya banyak fotokopi KTP. Lah saya kan aja kaga megang HP, di anak saya. Nggak ngerti HP juga nggak ngerti. Ibu-ibu kan taunya di dapur doang. Kemarin pernah nggak dikasih, nggak bawa fotokopi KTP, jadi nggak dikasih, ya harus balik ke rumah lagi. Kadang males juga sih kalau harus fotokopi KTP bawa HP," kata Siti.

detikcom sempat mencoba membeli migor di Toko Masyuda yang juga terpasang QR code. Namun, salah satu penjaga di sana mengatakan jika ingin membeli, pembeli bisa langsung membeli saja. Artinya, QR code tersebut sejatinya hanya terpampang saja di sana.

"Kalau mau beli minyak goreng beli aja. Nggak usah scan begitu KTP juga gakpapa lah nggak usah. Beli aja. Saya mah nggak pake begituan. Ribet. Beli aja neng langsung bayar, saya nggak ngerti," katanya.

Berikut adalah cara membeli minyak goreng curah lewat aplikasi PeduliLindungi dan KTP: (Klik Next)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT