Untuk Korban Gempa
RI Minta Dana Hibah ke CGI US$ 100 Juta
Selasa, 13 Jun 2006 15:35 WIB
Jakarta - Pemerintah akan meminta dana hibah dalam pertemuan Consultative Group on Indonesia (CGI) lebih dari US$ 100 juta. Dana itu untuk korban gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng). "Pengajuan hibah yang sekarang sudah di-sounding dalam rangka bilateral sekitar US$ 100 juta-an. Sedangkan dalam rangka multilateral dari Asian Development Bank (ADB) sekitar US$ 10 juta. Memang kita harapkan hibahnya lebih dari US$ 100 juta," kata Menneg PPN/Ketua Bappenas, Paskah Suzetta.Hal itu disampaikan Paskah, disela acara rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2006).Selain hibah, menurut Paskah, pemerintah juga akan merelokasi pinjaman dari negara donor untuk penanggulangan dan penanganan gempa Yogya dan Jateng. Pinjaman itu diperkirakan dari ADB kurang lebih US$ 50-60 juta dan Bank Dunia sebesar US$ 40-60 juta. Dana tersebut akan direlokasikan dalam APBN-P 2006 dalam mata uang rupiah murni.Dalam sidang CGI, pemerintah akan menyampaikan hasil penilaian perkiraan awal dampak kerusakan dan kerugian atas gempa Yogya-Jateng yang dibuat oleh Bank Dunia, UNDP bersama Bappenas."Jadi perkiraan awal kerusakan dan kerugian mencapai Rp 29,2 triliun, kerugian ini adalah dampak tidak langsung secara ekonomi dalam jangka menengah dan panjang," jelas Paskah.Angka tersebut, ungkap Paskah, bukanlah dana yang harus disediakan pemerintah. Sedangkan dana paling besar untuk pembangunan perumahan hingga kini belum dihitung.Paskah juga menegaskan, dalam sidang CGI yang dimulai 14 Juni besok, pemerintah tidak akan meminta pinjaman baru.
(ir/)











































