Kerugian Gempa Yogya Rp 29 Triliun
Selasa, 13 Jun 2006 16:16 WIB
Jakarta - Estimasi awal penilaian kerusakan dan kerugian akibat gempa Yogya-Jawa Tengah mencapai Rp 29,2 triliun. Kerugian terbesar dari sektor perumahan Rp 15,3 triliun. "Ini penilaian yang dilakukan Bank Dunia, UNDP bersama Bappenas jadi perkiraan awal dampak kerusakan dan kerugian itu totalnya Rp 29,2 triliun," kata Menneg PPN/Ketua Bappenas, Paskah Suzetta.Hal itu disampaikan Paskah, disela acara rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2006).Dari total Rp 29,2 triliun itu, kerusakan dan kerugian untuk sektor perumahan sebesar Rp 15,3 triliun. Untuk sektor sosial yang terdiri dari pendidikan dan kesehatan mencapai Rp 4 triliun. Sektor produktif yakni pertanian, industri dan perdagangan Rp 9 triliun. Sektor infrastruktur seperti telekomunikasi, transportasi dan air bersih sebesar Rp 600 miliar. Sedangkan untuk lintas sektor yang terdiri dari lingkungan, keamanan dan antar pemerintah sebesar Rp 300 miliar.Dijelaskan Paskah, penilaian dampak kerusakan dan kerugian sama sekali bukan merupakan anggaran yang akan dialokasikan oleh pemerintah untuk membantu rekonstruksi dan rehabilitasi.Data terakhir sektor perumahan mencatat total kerusakan 358.694 unit, terdiri dari rumah roboh 75.315 unit, rusak berat 116.211 unit dan rusak ringan 167.168 unit.Bappenas melalui koordinasi Kantor Menko Perekonomian akan menindaklanjutinya dengan penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi Yogya-Jateng, yang akan diselesaikan pada minggu kedua atau ketiga Juli 2006."Karena dampak bencana tidak sebesar Aceh dan Nias maka diputuskan tidak menyusun blue print," kata Paskah.
(ir/)











































