Jepang Turunkan Posisi Investasi ke RI

Jepang Turunkan Posisi Investasi ke RI

- detikFinance
Selasa, 13 Jun 2006 17:27 WIB
Jakarta - Meski pasar domestik Indonesia dinilai masih menggiurkan bagi investor Jepang. Namun posisi Indonesia sebagai tujuan investasi Jepang terus melorot sejak tahun 2004.Pada tahun 2004 RI ada di posisi ke-6, kemudian turun pada tahun 2005 di urutan 7 dan kembali turun pada tahun 2006 di posisi ke-8.Demikian dikatakan Ketua Komite Jepang-Indonesia Kusumo A Martoredjo dalam jumpa pers tentang seminar ekonomi Jepang-Indonesia di Hotel Ibis, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Selasa (13/6/2006). Seminar ekonomi Jepang-Indonesia rencananya akan diselenggarakan di Bali pada 7 Juli 2006. Sekitar 50 pengusaha Jepang akan mengikuti seminar ini.Posisi investasi Jepang tahun ini adalah, 1. Brasil, 2. Rusia, 3. India, 4. Cina, 5. Thailand, 6. Vietnam, 7. Malaysia dan 8. Indonesia.Masalah utama turunnya posisi investasi RI karena investor Jepang menilai birokrasi di negara ini yang berbelit-belit, seperti Bea Cukai, perpajakan dan imigrasi. Selain itu juga terhambat masalah infrastruktur.Namun Kusumo optimistis, tujuan investasi Jepang ke RI akan membaik karena Indonesia memiliki potensi pasar dalam negeri yang besar."Contohnya saja kita saat ini menjadi produsen motor terbesar ketiga setelah Cina dan India. Sedangkan produksi mobil sudah seperti 3 tahun lalu sebanyak 500 ribu unit," jelas Kusumo.Sementara Koordinator Japan-Indonesia Economic Forum, Richard Susilo mengatakan, 50 pengusaha Jepang yang akan ikut forum ini bergerak dalam bidang perbankan, elektronik, konsultan bisnis, perhotelan serta resort."Mereka ditargetkan bisa menanamkan investasinya di Indonesia," ujar Kusumo. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads