ADVERTISEMENT

Kacau! HRD Salah Kirim Uang Rp 2,7 M, Pegawai ini Langsung Resign dan Kabur

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2022 17:21 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Semua orang pasti menanti-nantikan datangnya waktu gajian. Namun, bagaimana jadinya bila gaji yang kita terima itu justru datang dalam jumlah ratusan kali lipat lebih banyak?

Seperti kisah viral yang menimpa salah seorang pegawai di Chili. Pria tersebut langsung resign setelah kejatuhan durian runtuh. Secara tidak sengaja, dirinya mendapat kiriman uang hingga lebih dari 300 kali lipat gaji yang seharusnya ia terima.

Melansir dari Fortune pada Rabu (29/06/2022), Pekerja yang tidak disebutkan namanya ini bekerja di perusahaan daging potong terbesar, Consorcio Industrial de Alimentos (CIAL). Pada periode pembayaran gaji di tanggal 30 Mei 2022 lalu, Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan tersebut mengalami gangguan hingga akhirnya kesalahan fatal pun terjadi.

Bukannya dikirimi uang gaji sebesar 500.000 chile peso (Rp 8,17 juta), Dept. SDM perusahaan itu justru mengirimkan sang pegawai uang sejumlah 165.398.851 chile peso atau setara dengan Rp 2,7 miliar (kurs Rp 2,703,973,495.92). Angka tersebut mencapai lebih dari 300 kali lipat gaji yang seharusnya ia dapatkan.

Menurut laporan sebuah surat kabar di Santiago Chili, Diario Financiero, setelah mendapatkan rezeki nomplok itu, pegawai tersebut kabur dan tidak lama setelahnya mengajukan pengunduran diri ke perusahaan.

Pada awalnya, pegawai itu sempat menyampaikan kelebihan uang tersebut kepada wakil manajer. Pegawai tersebut kebingungan karena gaji yang ia terima jauh melebihi yang seharusnya ia dapat. Benar saja, perusahaan mendapati bahwa benar terjadi kesalahan yang tidak disengaja mengenai kelebihan pengiriman uang itu.

Perusahaan kemudian menyuruhnya pergi ke bank untuk mengembalikan sisa uang tersebut. Dia pun berjanji akan pergi ke sana di keesokan harinya. Namun, seperti yang sama-sama kita ketahui, pengembalian tersebut tidak pernah terjadi.

Pihak perusahaan pun terus mencoba menghubunginya lewat panggilan dan pesan WhatsApp. Pegawai itu sempat memberikan respon dan mengaku bangun terlambat. Dia pun berjanji akan segera pergi ke Bank.

Namun nahas, beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 2 Juni, perusahaan mendapat pesan dari pengacara yang mewakili pria itu dan menyampaikan surat pengunduran dirinya. Sejak itu, tidak ada seorang pun di perusahaan yang mendengar kabar dari pekerja tersebut.

Perusahaan akhirnya mengajukan pengaduan yang menuntut pekerja itu dengan penyelewengan dana. Hal ini dilakukan dengan harapan pihak perusahaan mendapatkan kembali sebagian uang yang hilang.

(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT