ADVERTISEMENT

Kisah Penjaga Perlintasan KA Liar Modal 'Mata Telanjang', Kasih Kode Pakai HT

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2022 10:02 WIB
Perlintasan sebidang liar/Herdi Alif Alhikam
Foto: Perlintasan sebidang liar/Herdi Alif Alhikam
Jakarta -

Tak mudah menjalani profesi penjaga palang pintu perlintasan sebidang kereta api. Penjaga palang pintu harus telaten dan sigap untuk membuka tutup jalur perlintasan untuk akses masyarakat.

Apalagi, penjaga palang pintu di perlintasan sebidang tidak resmi alias perlintasan liar. Mereka harus dengan sangat awas melihat datangnya kereta api dari jauh dan melakukan penutupan palang pintu.

Cara kerja penjaga palang pintu di perlintasan sebidang ini dapat dibilang cukup sederhana. Seperti yang dilakukan Rusfendi misalnya, penjaga palang pintu di perlintasan sebidang Gang Kembang, Citayam, Jawa Barat ini cuma bermodalkan 'mata telanjang' saja dalam mengawasi kereta yang lewat.

Bila dia sudah melihat kedatangan kereta dari 2-3 km sebelumnya, dengan sigap dia akan menarik tambang palang pintu dan menutup perlintasan. Saat kereta sudah berlalu, baru lah dia membuka palang pintunya.

Sebagai penjaga palang pintu selama 20 tahun, Rusfendi mengaku terkadang sudah tahu sendiri pola kereta lewat. Entah bagaimana caranya, dia mengaku bisa merasakan kapan kereta akan lewat.

"Ya ngeliat aja kita mata telanjang, kalau malam sih enak ada lampu. Sama saya kan jaga udah lama, udah tahu aja tanda-tandanya kalau ada kereta lewat, bisa diciriin aja gitu," kata Rusfendi saat ditemui detikcom di lokasi jaga perlintasan sebidang Gang Kembang, Rabu (29/6/2022).

Nah, baru-baru ini Rusfendi juga bekerja sama dengan penjaga palang pintu Gang SMP Ratu Jaya untuk saling memberikan tanda kereta lewat. Jarak perlintasan sebidang yang dia jaga dengan perlintasan Gang SMP kira-kira sekitar 1 km. Dua pos penjaga palang pintu itu saling berkabar dan memberikan tanda bila ada kereta lewat.

Mereka baru saja mendapatkan hibah handy talky (HT) dari warga setempat. Alat ini jadi salah satu cara untuk mengetahui bila ada kereta lewat. Misalnya, saat ada kereta dari arah Depok, pos yang dijaga Rusfendi bakal memberikan info ke pos palang pintu Gang SMP dengan HT. Begitu juga sebaliknya bila ada kereta masuk dari arah Bogor.

"Kasih-kasih tanda aja kita pakai HT, kebetulan boleh dikasih sama sekolahan yang di Gang SMP itu. Jadi kalau di sini mau nutup berkabar aja. 'Depok masuk,' entar dia kabarin juga 'Bogor masuk', gitu dah," jelas Rusfendi.

Modal Mata Telanjang dan HT

Cara kerja seperti ini juga dibenarkan oleh Femri, salah satu penjaga palang pintu di perlintasan Gang SMP. Selama ini metode jaga yang digunakan Femri pun sama, bermodal mata telanjang dan menunggu 'kabar' via HT.

Dia mengaku beruntung saat ini sudah 'dimodalin' HT dari masyarakat sekitar, dulu dia benar-benar harus bekerja menggunakan panca indera dan fisiknya untuk memantau kereta yang melaju. Paling susah, kata Femri, bila hari sedang hujan, pasalnya jarak pandang pihaknya untuk memantau kereta jadi terhalang kabut.

"Kalau nggak ada HT kan harus mantau kita, itu kalau hujan suka rada nggak kelihatan. Cuma ya bisa ciriin kalau ada kereta," ungkap Femri ketika berbincang bersama detikcom di posnya.

Ada palang pintu KA dijaga manual. Cek di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT