ADVERTISEMENT

Sah! Alibaba Jadi Pemegang Merek Hello Kitty di China

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Jumat, 01 Jul 2022 09:00 WIB
Fitur Pengenal Wajah Uighur Alibaba Tuai Kontroversi
Foto: DW (News)
Jakarta -

Perusahaan Jepang di balik merek Hello Kitty, Sanrio, mencapai kesepakatan lisensi di China setelah salah satu karakternya menjadi viral di negara tersebut. Sanrio mengatakan, raksasa e-commerce Alibaba akan memiliki hak eksklusifnya di China untuk membuat dan menjual 26 karakter Hello Kitty..

Kesepakatan itu muncul setelah video Kuromi, salah satu karakter Hello Kitty, viral di media sosial China. Saham Sanrio pun ditutup naik 14% di bursa perdagangan Tokyo pada hari Kamis.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengatakan menjalin lima tahun perjanjian kerja sama dengan ALifish, anak usaha dari Alibaba."Ini lebih meningkatkan nilai merek dan karakter Sanrio di pasar Cina," kata perusahaan, dikutip dari BBC, Jumat (1/7/2022).

Kesepakatan itu mencakup 26 karakter yang dirancang Sanrio termasuk Hello Kitty, sahabatnya My Melody serta Kuromi. Awal tahun ini, popularitas Kuromi melonjak di China setelah seorang influencer menari dengan pakaian yang terinspirasi darinya.

Video di Douyin, versi TikTok yang tersedia di China, diposting oleh Helenoftroy yang memiliki lebih dari 14 juta pengikut. Meskipun Hello Kitty melambangkan budaya Jepang "kawaii" atau kelucuan, Sanrio mengatakan jika dia adalah siswi asal Inggris bernama Kitty White yang tinggal di luar London.

Produk Hello Kitty telah menghasilkan miliaran dolar sejak didirikan hampir 50 tahun yang lalu. Hello Kitty telah dipasarkan di 130 negara di dunia, Selain boneka, Sanrio juga memiliki lisensi untuk taman hiburan dan kafe.

Popularitas Hello Kitty sampai membuat perusahaan kereta api Jepang menggambar badan keretanya dengan karakter Hello Kitty. Namun, Sanrio sempat terpuruk beberapa tahun akibat dampak pandemi virus corona. Upaya pencegahan COVID-19 mengakibatkan penutupan sementara taman hiburan dan toko perusahaan.

Terlepas dari hal tersebut, penjualan Sanrio di China tumbuh 39% menjadi 4,7 miliar yen Jepang atau (US$ 34,4 juta) atau Rp 509,1 miliar (kurs Rp 14.800) selama periode yang sama.

Di tahun 2020, perusahaan mengalami perubahan pertama dalam kepemimpinannya dalam enam dekade sepanjang sejarahnya. Pendiri Sanrio, Shintaro Tsuji yang saat itu berusia 92 tahun menyerahkan kendali perusahaan kepada cucunya Tomokuni Tsuji.



Simak Video "Nonton Parade Hello Kitty, Sanrio Puroland Tokyo Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT