ADVERTISEMENT

Banyak Negara Batasi Ekspor Pangan, Siap-siap Harga Naik Lagi!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 01 Jul 2022 09:44 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono/Foto: Dok. BPS
Jakarta -

Sejumlah negara masih membatasi ekspor pangan. Ada delapan negara yang masih membatasi ekspor gandum, di antaranya Rusia, India, dan Afganistan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan pembatasan ekspor komoditas pangan lainnya seperti daging sapi juga dilakukan beberapa negara seperti Argentina, Turki, dan Kyrgyzstan.

Kemudian Argentina dan Ghana membatasi ekspor kedelainya. Selanjutnya, pembatasan ekspor pupuk juga dilakukan lima negara, yaitu, Rusia, China, Ukraina, Vietnam, dan Kyrgyzstan.

"Pengurangan ekspor ini akan berdampak pada indeks pangan dan energi secara global dan akan pengaruh ke harga domestik," kata Margo dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (1/7/2022).

Lebih lanjut, Margo mengatakan bahwa indeks harga komoditas energi dunia terus naik, sedangkan pangan cenderung stabil. "Untuk beberapa komoditas impor pangan ini kalau dilihat perkembangan gula turun tipis. Gandum naik, daging sapi cenderung tetap," lanjutnya.

Hujan Ganggu Produksi

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Juni curah hujan di atas normal masih terjadi di sentra produksi hortikultura.

"Jadi masih ada hujan di bulan Juni sifatnya hujannya lebat ini akan ganggu di sentra produksi," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, BPS mencatat inflasi pada Juni sebesar 0,61% secara bulanan (month to month/mtm) dan tahun ke tahun 4,35% (year on year/yoy).

Inflasi Juni Berdasarkan Kelompok Pengeluaran:

  • Makanan, minuman, dan tembakau andil 0,47% atau inflasi 1,77%.

Cabai merah andil 0,24%, cabai rawit 0,10%, dan bawang merah 0,08%.

"Kenaikan harga cabai merah, rawit dan bawang merah disebabkan faktor cuaca yang mengganggu dan turun hujan lebat ini menyebabkan gagal panen sehingga supply terganggu," katanya.

  • Transportasi andil 0,04%.

Kenaikan tarif angkutan udara andil 0,03%.

"Kenaikan tarif ini dikarenakan adanya harga avtur naik dan lakukan penyesuaian biaya biaya fuel surcharge dan peningkatan syarat perjalanan, karena ada permintaan dari masyarakat untuk pelonggaran," tuturnya.

Margo melanjutkan bahwa harga komoditas pangan global belum berdampak signifikan terhadap inflasi Indonesia. Meskipun harga sejumlah komoditas naik, tapi andil inflasinya masih rendah.

"Saya sampaikan di harga global terus merangkak tapi belum berdampak ke harga di dalam negeri. Meski harga tepung terigu, gula pasir dan tempe mengalami kenaikan tapi andil inflasi bulanan dan tahunan masih tergolong rendah. Transmisinya belum terasa," tuturnya.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT