ADVERTISEMENT

Status Darurat! Wabah PMK Merebak di 19 Wilayah Ini

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 01 Jul 2022 18:30 WIB
Beragam upaya untuk mencegah penyebaran PMK jelang Idul Adha terus dilakukan. Salah satunya dengan menyemprotkan disinfektan di area penjualan sapi kurban.
Cegah Penyebaran PMK, Sapi Kurban di Jaktim Disemprot Disinfektan/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PNBP) menetapkan Status Keadaan Tertentu darurat untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Status darurat itu berlaku hingga 31 Desember 2022. Wabah PMK itu tersebar di 19 wilayah Indonesia.

Kebijakan status darurat itu tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 47 Tahun 2022 Tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Penyakit Mulut dan Kuku. Surat itu ditandatangani pada 29 Juni 2022.

"Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan tanggal 31 Desember 2022 dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya," tulis keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, dikutip Jumat (1/7/2022).

Suharyanto mengatakan dalam surat tersebut bahwa penyelenggaraan penanganan darurat pada masa Status Keadaan Tertentu Darurat PMK dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Kepala daerah dapat menetapkan status keadaan darurat penyakit mulut dan kuku untuk percepatan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di daerah masing-masing," begitu bunyi diktum Keempat.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pertanian, penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku sudah tersebar ke 19 provinsi. Data itu tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian No 5.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Food and Mouth Disease).

19 Daerah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)

1. Aceh;
2. Kepulauan Bangka Belitung;
3. Riau;
4. Sumatera Barat;
5. Sumatera Utara;
6. Sumatera Selatan;
7. Jambi;
8. Bengkulu;
9. Lampung;
10. Banten;
11. DKI Jakarta;
12. Jawa Barat;
13. Jawa Tengah;
14. D.I. Yogyakarta;
15. Jawa Timur;
16. Nusa Tenggara Barat;
17. Kalimantan Barat;
18. Kalimantan Tengah; dan
19. Kalimantan Selatan.

Daerah wabah yang terkonfirmasi penyakit mulut dan kuku dengan kriteria jumlah kabupaten/kota yang tertular lebih besar dari atau sama dengan 50% dari jumlah kabupaten/kota dinyatakan sebagai daerah tertular wabah PMK meliputi Provinsi:

1. Aceh;
2. Kepulauan Bangka Belitung;
3. Riau;
4. Sumatera Barat;
5. Jambi;
6. Bengkulu;
7. Banten;
8. DKI Jakarta;
9. Jawa Barat;
10. Jawa Tengah;
11. DI Yogyakarta;
12. Jawa Timur;
13. Nusa Tenggara Barat; dan
14. Kalimantan Barat.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT